Dua Jenderal Irak Tewas Dirudal Turki Berbuntut Panjang

Abadikini.com, JAKARTA – Pasca tewasnya dua jenderal besar Irak akibat serangan rudal Turki Bradost di Provinsi Erbil bagian utara, ternyata berbuntut panjang. Irak marah besar dengan serangan militer Turki itu.

Melansir dari VIVA Militer, Bahkan, beberapa setelah kematian dua jenderal tersebut, Presiden Irak, Mustafa Al-Kadhimi langsung mengumpulkan para petinggi militernya untuk membahas kasus tersebut.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Irak dalam hal ini Dewan Keamanan Nasional langsung mengeluarkan beberapa pernyataan yang berisi kecaman keras terhadap perbuatan militer Turki di wilayah Irak.

Dewan Keamanan Nasional Irak, dalam siaran resmi, Kamis 13 Agustus 2020, menyatakan bahwa perbuatan militer Turki itu telah melanggar konstitusi Irak. Dan Irak tak akan membiarkan hal itu terjadi.

Irak tak rela tanah air mereka dijadikan lokasi pembantaian bermodus operasi teroris seperti yang dilancarkan Turki di wilayah kedaulatan Irak untuk menumpas anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

“Irak berkomitmen pada kebijakan bertetangga yang baik dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara, dan bahwa konstitusi Irak menegaskan bahwa itu tidak akan menjadi tempat duduk atau koridor untuk setiap agresi atau penargetan negara tetangga, dan tidak akan membiarkan tanahnya digunakan sebagai titik awal untuk melakukan operasi teroris terhadap negara-negara tetangga, terutama Turki,” tulis Dewan Keamanan Nasional Irak.

Perbuatan militer Turki telah merusak hubungan baik dan hal itu menjadi ancaman besar bagi keamanan Nasional Irak. “Irak akan menggunakan segala cara untuk mempertahankan keamanannya dan melindungi warganya, termasuk pesan diplomatik,” tulis Dewan Keamanan Nasional Irak.

Salah satu bentuk kemarahan Irak pada Turki ialah, Irak telah membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Turki dan delegasi Turki lainnya ke Baghdad.

Dua jenderal Irak tewas dirudal Turki itu merupakan komandan perbatasan Irak, saat pesawat tanpa awak Turki menjatuhkan rudal, mereka sedang melakukan pertemuan dengan pejuang PKK.

Turki mulai melakukan operasi penumpasan anggota PKK sejak Juni 2020, sudah banyak pejuang Kurdi dan sipil yang tewas akibat serangan brutal pasukan Recep Tayyip Erdogan itu.

Baca Juga

Back to top button