WeChat Diblokir Bakal Berdampak Negatif pada Perusahaan Teknologi

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan untuk memblokir WeChat. Pemblokiran ini dinilai bakal berdampak negatif pada banyak perusahaan.

Baca Juga

Pemblokiran ini berdampak pada banyak perusahaan teknologi, karena induk WeChat adalah Tencent, yang punya investasi di banyak perusahaan AS, salah satunya Riot Games.

Namun yang terkena dampak paling besar dari pemblokiran tersebut adalah Apple, yang punya pasar besar di China, demikian dikutip dari The Verge, Selasa (11/8/2020).

Diketahui China adalah salah satu basis penjualan terbesar Apple dan hampir semua fasilitas perakitan serta penyuplai komponen mereka berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dampak terbesar dari pemblokiran WeChat itu adalah Apple harus menghapus aplikasi itu dari App Store. Hal ini bakal berpengaruh besar pada penjualan Apple di negara tersebut.

Seperti dilansir dari detikinet, WeChat adalah aplikasi yang sangat super di China. Analis Ben Thompson pada 2017 lalu menyebut tak ada aplikasi lain, termasuk Facebook dan bermacam layanan miliknya, yang bisa dibandingkan dengan WeChat.

WeChat tak sekadar aplikasi chat, melaingkan juga untuk memesan taksi, membeli makanan, pembayaran digital, membaca berita dan masih banyak lagi. Ponsel yang tak bisa mengakses WeChat di China bisa dibilang akan menjadi ponsel yang tak berguna.

Jadi jika iPhone tak bisa dipakai untuk mengakses WeChat, bisnis Apple di China bakal sangat bermasalah. Ekosistem Apple yang tertutup ikut menjadi masalah bagi mereka di China.

Karena jika hal seperti ini terjadi di ponsel Android, pengguna bakal tetap bisa menginstal WeChat dari sumber selain Play Store. Sementara di iOS, langkah seperti ini bakal lebih sulit untuk dilakukan.

Apple sendiri sebelumnya sudah terkena dampak negatif dari perang dagang antara AS dan China. Mereka harus menanggung pajak yang lebih besar karena mayoritas produknya dibuat di China.

Pada 2019 lalu, Apple mendapat pemasukan USD 44 miliar dari China, jauh lebih tinggi dibanding perusahaan AS lain. Pada Q3 2020 lalu, pemasukan dari China berkontribusi 15% dari total pemasukan Apple, nomor 3 terbesar.

Ditambah lagi, tak seperti di Eropa dan AS di mana market share Apple terbilang stagnan, China masih punya potensi besar bagi Apple karena jumlah pasarnya masih bisa tumbuh. Namun jika WeChat diblokir dan harus dihapus dari App Store, potensi hampir pasti bakal menguap.

Baca Juga

Back to top button