Politisi Golkar ini Sebut Kritikan Ibas ke Jokowi Masih Minim Wawasan dalam Membaca Buku

Abadikini.com, JAKARTA – Politisi Golkar Ace Hasan Syadzily menilai kritikan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terhadap presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kondisi perekonomian saat ini terlihat kurang referensi.

Menurut Ace putra bungsu mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu masih kurang wawasannya.

“Pernyataannya Mas Ibas sangatlah tidak tepat membandingkan perkembangan ekonomi di era saat pandemi COVID-19 dengan kondisi normal di era Presiden SBY,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

Ace menilai kritikan Ibas terhadap Jokowi soal ekonomi masih terlihat kurang referensi dalam membaca buku serta memahami data kondisi terkini.

“Pernyataannya terkesan seperti kurang wawasan yang seharusnya disertai dengan melihat dan membandingkan data-data perekonomian yang saat ini dan yang dialami negara-negara lain,” imbuh Ace.

Ace bicara soal kontraksi ekonomi yang terjadi saat ini. Dia menyebut kondisi ini tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga negara-negara lain yang menerapkan pembatasan sosial atau lockdown pada Q1-Q2 2020. Pembatasan sosial mengakibatkan turunnya output ekonomi.

Ace menyebut World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini negatif/terkontraksi dan ini menjadi krisis ekonomi terparah sejak The Great Financial Crisis pada 1930-an.

“Presiden Jokowi sendiri telah berusaha untuk terus mengambil kebijakan sangat serius. Presiden Jokowi sejak awal menyeimbangkan antara rem dan gas dalam menjaga stabilitas ekonomi, menyeimbangkan antara penanganan kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi,” ucap Ace.

Salah satu strategi Jokowi, kata Ace, adalah dengan terus mendorong belanja pemerintah. Ini dilakukan mengingat dalam kondisi krisis, pertumbuhan ekonomi perlu ditopang belanja pemerintah. “Pada Q2 ini konsumsi pemerintah tumbuh 22% qtq,” kata Ace.

“Coba lihat data-data dari negara lain tentang pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua. Misalnya, Singapura mengalami -12,6%, Jerman 10,1%, Amerika Serikat 32,9%, dan negara-negara lainnya yang telah mengalami resesi,” jelas Ace.

Ace mengakui Indonesia saat ini memang perlu bekerja keras menghindari resesi. Dia menegaskan Jokowi telah melakukan kerja keras itu.

“Oleh karena itu, Pemerintah Jokowi masih terus berusaha memulihkan ekonomi disertai dengan penanganan kesehatan secara seimbang agar keselamatan warga tetap menjadi prioritas,” ucap Ace.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ibas menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ibas menyebut ekonomi era Presiden SBY meroket.

“Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan, dan keyakinan dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain, termasuk tentang presentasi tingkat kemiskinan dan pengangguran,” ucap Ibas di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga

Back to top button