PBB Kota Surabaya Dukung Aksi Warga Tolak Jam Malam

Abadikini.com, SURABAYA – Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Surabaya Samsurin mendukung elemen masyarakat yang berprofesi sebagai penunjang pariwisata yang bakal menggelar aksi besok, Senin (3/8/2020).

“Mereka ini menyumbang kurang lebih 13,5 persen atau Rp 1,1 triliun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya. Tentu bukan angka yang sedikit. Itu bisa membiayai taman kota dan box culvert seluruh Surabaya,” ujar Samsurin, Minggu (2/8/2020).

Pria yang akrab disapa Surin itu mengatakan aksi yang bakal digelar para seniman modern maupun tradisional dan para pekerja sektor hiburan malam itu merupakan aksi kemanusiaan untuk menuntut keadilan.

“Atas kesewenang-wenangan Pemerintah Kota Surabaya yang memberlakukan jam malam dan screening semua pendatang dan juga penduduk Kota Surabaya yang diwajibkan rapid test. Ini kan ngawur, orang sehat jadi sakit akibat kebijakan ini,” tegasnya.

Surin melanjutkan, Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 itu juga berdampak pada penganguran besar. Sebab menurutnya, perwali itu berdampak pada penutupan beberapa tempat usaha, tempat tempat hiburan malam.

“Ada pekerja sound system, ada pekerja make up, ada pelayan resto dan kafe, ada orkes hajatan, ada tukang video dokumenter, ada bazar rakyat dan banyak sekali warga Surabaya bekerja di malam hari yang terdampak,” papar mantan Ketua Dewan Kesenian Surabaya ini.

“Ide Walikota Risma ini bertentangan dengan rasa persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang mencari hidup di Kota Surabaya,” ujar Surin.

Dia juga meminta Walikota Risma membuat peraturan yang mendukung hajat hidup warga Surabaya dan orang-orang yang bekerja dan mencari kehidupan di Kota Pahlawan itu.

“Saat ini banyak yang nganggur lho. Tidak ada kerjaan selama Pandemi Covid-19. Sekali-kali bikin perwali yang menyenangkan warga Surabaya apa nggak bisa,” ungkap Surin.

Baca Juga

Back to top button