Jelang Pilpres, Donald Trump Mengeluh Popularitasnya Anjlok Gegara Corona

Abadikini.com, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump pekan ini mengeluhkan popularitasnya yang anjlok. Presiden Trump heran kenapa hal tersebut terjadi.

Baca Juga

“Tak ada orang yang menyukaiku,” ujarnya, mengutuk pakar kesehatan di pemerintahnya mendapat pujian sementara dia dituding mengabaikan dan menyangkal krisis kesehatan publik akibat pandemi virus corona (covid-19).

“Bisa jadi hanya karena pribadi saya. Itu saja,” lanjutnya, seperti dikutip dari CNN, Minggu (2/8/2020).

Saat pandemi memburuk, sebuah catatan terpuruknya perekonomian dikonfirmasi dan memanfaatkan ketegangan rasial untuk mendapatkan keuntungan politik, Trump semakin tidak populer di kalangan pemilih.

Pada Jumat, penilaian Presiden yang blak-blakan tentang popularitasnya sendiri tampaknya telah bermanifestasi dalam serangkaian cara lain:

Sekutunya dari Partai Republik dengan tegas menolak usulan pemungutan suara November ditunda.

Pembahasan dana stimulus di Capitol Hill berlangsung tanpa keterlibatannya, dan telah menjadi perhatian terutama karena kekacauan di kalangan Partai Republik, banyak di antara mereka yang terkejut mengetahui permintaan Presiden Trump terkait gedung FBI baru dimasukkan dalam proposal akhir.

Dalam sidang tertutup pada Jumat, para pejabat intelijen yang bekerja di pemerintahan Trump mengabaikan kemungkinan negara-negara asing memproduksi surat suara palsu untuk ikut campur dalam pemilihan November.

Menghadapi anjloknya popularitas Trump, penasihatnya bergegas menggelar acara politik skala kecil di Florida pada Jumat, di mana Trump berpidato di hadapan kerumunan orang yang memakai masker dan berdiri berdekatan satu sama lain. Acara yang sama di negara bagian lain dibatalkan karena ada ancaman badai.

Para pembantunya mengatakan Trump menghadapi bahaya politik ekstrem yang diciptakan sendiri kurang dari 100 hari sebelum Pilpres.

Berbicara Kamis, Trump tampak pasrah dengan fakta bahwa jumlah kasus virus corona akan terus meningkat, dan mengatakan itu mungkin bukan kesalahan siapa pun, apalagi kesalahannya.

“Begitulah adanya,” katanya.

Sementara Partai Republik sejak lama mengampanyekan pemakaian masker dan penerapan jaga jarak sosial, berbeda dari Trump yang meremehkan pemakaian masker.

Baca Juga

Back to top button