Saat Saham-saham Grup Bakrie Menggrogoti Jiwasraya

Abadikini.com, JAKARTA – Sebuah fakta persidangan terungkap melalui saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bahwa ada empat saham Grup Bakrie yang membobol investasi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian di asuransi pelat merah tersebut.

Menurut Kepala Divisi Investasi Faisal Satria Gumay yang dihadirkan sebagai saksi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam hasil auditnya menyebutkan bahwa Jiwasraya berinvestasi di instrumen saham maupun reksa dana saham yang tidak berkualitas atau tidak memiliki potensi untuk bertumbuh optimal.

“Untuk produk reksa dana, Asuransi Jiwasraya memegang reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana terproteksi,” ujar Faisal sembari menyebutkan bahwa ada beberapa saham yang ada dalam semua underlying instrumen reksa dana yang dipegang Jiwasraya, salah satunya adalah saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR).

Mengutip dari warta ekonomi.co.id, Senin (27/7/2020) berdasarkan analisa, kata Faisal, pada 2014 Asuransi Jiwasraya menempatkan dana di reksa dana saham yang produknya dibuat berdasarkan permintaan Jiwasraya dan mendapatkan kesepakatan bersama dengan Manajer Investasi. “MI diminta untuk membikinkan produk khusus untuk AJS,” ucapnya.

Baca Juga: Dari Lapindo, Jiwasraya hingga Afrika, Inilah Jejak Hitam Bisnis Keluarga Bakrie

Dia menyatakan, penurunan aset investasi pada reksa dana saham yang dimiliki Jiwasraya merupakan imbas dari kesepakatan-kesepakatan yang terjadi sejak 2014 tersebut. “Sekarang, kondisi reksa dana saham yang dipegang AJS itu adalah imbas dari acc (accord/kesepakatan) yang sebelum-sebelumnya,” ungkap Faisal.

Analisa Faisal selaku Kepala Divisi Investasi Jiwasraya menemukan fakta bahwa ada 24 emiten yang sahamnya menjadi basis reksa dana milik Jiwasraya mengalami penurunan harga hingga menyentuh level terendah Rp50 per lembar. “Dari 24 saham itu, ada dua emiten yang delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujar Faisal.

Yang menarik dari fakta persidangan tersebut, terdapat empat emiten yang merupakan perusahaan dari Grup Bakrie, yakni PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Selain empat saham tersebut, Faisal merincikan bahwa saham-saham “gocap” berikutnya, antara lain BTEK, JGLE, SMRU, ARMY, ARTI, BIPI, BORN, CNKO, ELTY, HADE, IIKP, KBRI, MTFN, MYRX, RIMO, SIMA, SUGI, TRAM, dan TMPI.

“Dua saham yang sudah delisting adalah PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) dan PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP),” papar Faisal.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button