Gubernur Anies Didatangi Puluhan Tamu Mahasiswa soal Reklamasi Ancol

Abadikini.com, JAKARTA – Puluhan massa demonstran dari HMI, GMKI, PMII, GMNI, PMKRI dan berbagai ormas lainnya menolak kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan atas Reklamasi Ancol.

Menurut para demonstran tersebut Gubernur Anies telah berdusta dengan janji manis kampanyenya pada saat itu.

“Karena nelayan-nelayan di sana sudah kehilangan mata pencaharian,” tutur anggota PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Raymundus Yoseph Megu, Selasa (21/7/2020).

Salah seorang orator menilai Gubernur Anies telah menipu warga DKI dengan kalimat manisnya yaitu bahwa pengerukan Ancol bukan Reklamasi tetapi perluasan daratan.

“Anies memanfaatkan cara dia berkata-kata, dia pikir kami enggak tahu” ujar Darius.

Mereka menilai Reklamasi Pantai Ancol dianggap sebagai bentuk perampasan pantai publik atas akses masyarakat nelayan pesisir Jakarta.

“Secara substansi kita menilai bahwasanya Gubernur Anies Baswedan telah mengingkari janjinya terkait kampanyenya di tahun 2017 untuk menolak reklamasi dan beliau mengatakan reklamasi akan dihentikan karena tidak baik untuk khalayak kita,” kata orator aksi.

Mahasiswa Tolak Kebijakan Gubernur Anies soal Reklamasi Ancol. Foto: Antara

Demonstrasi penolakan reklamasi Ancol itu berlangsung sejak pukul 16.00 di Balai Kota DKI Jakarta. Massa berunjuk rasa sembari menyanyikan “Indonesia Raya”.

Seperti diketahui, Reklamasi Ancol tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) Seluas sekitar 35 hektare dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur Seluas 120 hektare. Surat ini diteken Gubernur DKI Anies Baswedan pada tanggal 24 Februari 2020.

Baca Juga

Back to top button