Program PKM Satuan Pengawas Internal Unesa Salurkan Bantuan Makanan Pokok

Abadikini.com, SURABAYA – Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada semua sektor, khususnya para pekerja di sektor informal. Pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi berdampak terhadap banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan di kota Surabaya dan daerah-daerah lain di provinsi Jawa Timur.

Kondisi ini berdampak pada turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan angka kemiskinan di wilayah provinsi Jawa Timur.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui kelompok PKM Satuan Pengawasan Internal melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Dengan mengangkat judul, “Menanggulangi Dampak Ekonomi Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 melalui Bantuan Makanan Pokok”. Adapun Tim PKM dalam Percepatan Penanganan Covid-19 Batch 2 Unesa Tahun 2020 ini. Antara lain dengan ketua Dewi Prastiwi, beserta anggota Leny Yuanita, Lucky Rahmawati, dan Merlyana Dwinda.

Menurut Dewi Prastiwi, kegiatan PKM ini selain dilakukan dengan mendistribusikan paket sembako ke Kab/Kota di wilayah Jawa Timur, juga berupaya memperdayakan UMKM Abon Ayam yang menjadi salah satu isi paket sembako.

Selain itu, dalam PKM ini juga dilakukan pendampingan pengemasan UMKM Abon Ayam yang lebih kekinian serta pemasaran lewat media online.

“Sehingga, selain membantu secara langsung masyarakat melalui pembagian paket sembako, kegiatan PKM ini juga memberikan knowledge cara dan media pemasaran pada UMKM binaan untuk dapat bertahan di masa pandemi Covid-19,” ujar Ketua Tim PKM melalui keteranganya yang dikutip, Sabtu. (18/7/2020).

Pendistribusian paket sembako dilakukan ke kabupaten/kota Malang, Magetan, Ngawi, Kediri, Jombang, Surabaya, Lamongan dan Gresik dengan jumlah 200 paket sembako.

“Sembako yang didistribusikan masing-masing terdiri dari beras (5 kg), minyak goreng (2 liter), gula pasir (1 kg), kecap (225ml), abon ayam (1 bungkus), mie instan (5 buah), teh celup (1 kotak/ isi 25), masker Unesa (1 buah), hand sanitizer HS Sehat (1 botol) dan herbal soap (1 botol) pada tiap masing-masing pake. Dimana hand sanitizer HS Sehat, herbal soap dan masker Unesa merupakan hasil produktivitas mahasiswa Unesa,” ungkap Dewi.

Kegiatan pendistribusian sembako tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya dukungan dan kerjasama Pihak terkait.

Sementara itu, Merlyana Dwinda menyampaikan, PKM ini tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng pihak Kecamatan/ Kelurahan/ Desa sampai dengan RW dan RT di masing-masing Kabupaten/ Kota.

Data penerima paket sembako berasal dari data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dimiliki Kecamatan/Kelurahan/Desa di Kabupaten/Kota tersebut.

“Data tersebut yang dijadikan acuan dalam pendistribusian paket sembako agar lebih tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi penerima sembako dalam mengurangi dampak pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Timur,” beber Merlyana.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button