Ini Gambaran Politik Pilkada Kota Surabaya 2020, PDIP Ditinggal?

Abadikini.com, SURABAYA – Inilah gambaran pemmilihan Pilkada kota surabaya yang akan direncanakan pada bulan desember 2020. Sesuai hasil Pemilu Legislatif 2019 kemarin.

Partai-partai yang saat ini berkoalisi mengusung Mahfud Arifin (MA) mencapai 58% dengan 31 kursi di parlemen Kota Surabaya. Sementara PDIP dengan suara 28,5% dengan 15 kursinya masih tetap berlagak seperti duda keren (duren) tak keburu buru meminang siapapun.

Diluar koalisi masih ada PSI dengan 6,1% suara dengan 4 kursinya yang berusaha “Caper“ mencari perhatian ke para calon kandidat. Dan ada juga partai non parlemen yang masih asyik konsisten dengan ke-jombloannya, walaun secara kolektif mempunyai suara yang cukup signifikan yaitu 7,1% saat pilcaleg 2019 kemarin.

“Itulah simbolisasi keadaan menuju pilwali kota surabaya 2020,” kata Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Surabaya, melalui rilisnya, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, Jika pilwali surabaya nanti di ikuti 3 pasangan calon, yakni calon perseorangan (independent), koalisi partai borongan, serta PDIP dan kawan kawan, Maka peluang PDIP dkk akan bisa memenangkan pilwali surabaya 2020.

Kenapa demikan ?

Hal ini diKarenakan, partai-partai pemilik kursi di kota Surabaya tidak mampu menciptakan peluang bagi kadernya untuk membentuk koalisi baru. Padahal diluar kursi PDIP seharusnya gabungan partai di parlemen bisa menyodorkan dua pasangan calon lagi. Tapi kenyataannya semua di borong oleh MA .

Dengan model borongan seperti ini, Sangat rentan suara partai koalisi bisa solid atau bisa-bisa ambyar kemana mana. “Bisa jadi ambyar ke independen atau mengalir ke PDIP,” ujarnya.

Lanjut Surin, PDIP di kenal memiliki masa suara yang solid dan konsiten, yang saat ini ada 28,5 persen tinggal mencari 11.5 persen saja, akan mudah mencapai kemenangan diatas 40 persen.

Namun menurut Surin, tentunya tergantung pasangan yang akan di gandeng oleh PDIP. Jika PDIP tetap dengan branding mottonya yang nasionalis-relIgius, maka aliran suara partai partai islam khususnya basis nahdliyin akan memutuskan memilih pasangan BANGJO (Abang Ijo).

Samsurin menyimpulkan, Karakter santri abangan di Surabaya tak akan lari kemana mana jika terjadi duwet nasionalis regius.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close