Mengenal Pendiri Partai Bulan Bintang, DR. Anwar Harjono Perintis dan Sesepuh PBB

BERAWAL Mohammad Natsir (M Natsir) bersama KH. Masykur merintis Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI). Dr. Anwar Harjono termasuk anggotanya. Setelah Natsir dan Masykur wafat, ia melanjutkan memimpin FUI. Dari FUI saat reformasi di bentuk Badan Komunikasi Ummat Islam (BKUI). Ia juga yang dipercaya memimpinnya. BKUI ini yang membidani berdirinya Partai Bulan Bintang (PBB). Ia deklaratornya. Hingga akhir hayatnya tetap di PBB.

Anwar Harjono pernah sekolah di Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta. Ia pernah juga nyantri di Pesantren Tebuireng Jawa Timur. Ia bergabung dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Walau tidak ada hubungan sejarah, GPII dipandang sebagai onderbownya Partai Islam Masyumi. Ia juga bergabung dalam Masyumi. Ia pernah menjadi Anggota Parlemen dan Konstituante RI hasil Pemilu 1955.

Saat M. Natsir menjadi Ketua Umum Dewan Dawah, Anwar Harjono sebagai Wakil Ketua Umum. Setelah M. Natsir tiada, ia menjadi Ketua Harian Dewan Dawah. Pada periode berikutnya ia menjadi Ketua Umum Dewan Dawah. Pada saat inilah ia sibuk dalam BKUI bersama tokoh tokoh Islam lainnya. Ia yang dipercaya memimpinnya. Karena itu pada saat PBB berdiri ia duduk sebagai sesepuh partai bersama H. Rusyad Nurdin (Jawa Barat) dan KH. Misbach (Jawa Timur). Ketiganya tokoh Masyumi yang aktif sebagai Ketua Dewan Dawah di daerahnya.

Keterangan Dari Kiri: H.M. Yunan Nasution (Sekjen Masyumi), Dr. Anwar Harjono dan Mohammad Natsir (Ketum Masyumi sekaligus Pahlawan Nasional). Foto: Istimewa.

Dalam proses pembentukan PBB Anwar Harjono yang dituakan. Apalagi setelah Masyumi tidak ada ia dipercaya sebagai jubir yang mewakili tokoh tokoh Masyumi lainnya. Karena itu amanah berat berada dipundaknya. Dengan berdirinya PBB amanah yang dipikulnya sudah ringan. Sebab PBB dipandang sebagai penerus Masyumi karena langsung ia ikut mendirikan dan mendeklarasikannya. Ia pun terlibat di dalamnya. Ialah yang menanamkan fondasi agar PBB dapat melanjutkan perjuangan Masyumi.

Saat menentukan nama partai Anwar Harjono yang tidak setuju menggunakan nama Masyumi. Alasannya, banyak generasi muda yang tidak mengenalnya. Kedua, agar nama besar Masyumi tidak tercoreng sejarah. Ia yang mengusulkan nama PBB. Sebab selama ini keluarga Masyumi biasa menggunakan nama keluarga besar Bintang Bulan. Forum ini yang dijadikan berkumpulnya tokoh dan generasi penerus Masyumi. Nama ini sudah dikenal luas. Apalagi simbolnya tidak berubah, bulan dan bintang. Karena itu nama partai disepakati dengan nama Partai Bulan Bintang dan disingkat PBB.

Dalam penentuan Ketua Umum DPP PBB, Anwar Harjono juga yang mengusulkan. Awalnya Amin Rais yang dimintanya sebagai Ketua Umum. Sekretaris Jendralnya Yusril Ihza Mahendra. Namun Amin ternyata tidak mau. Malah dia katakan PBB ibarat baju, kesempitan. Kemudian dia mendirikan partai tersendiri yang sekuler. Tokoh Masyumi ini kecewa dengan sikapnya itu. Akhirnya atas arahannya ditetapkan, Yusril sebagai Ketua Umum DPP PBB periode pertama 1998-2020. Untuk mendampingi Yusril ia meminta sahabatnya di Masyumi, Mohamad Soleman sebagai Ketua Majlis Syuro.

Kenapa Anwar Harjono lebih memilih Yusril dari pada yang lain. Padahal pendiri PBB banyak tokoh tokoh senior. Diantaranya Hartono Mardjono, Abdul Qadir Djaelani, Anwar Saleh, Sumargono, dan lain-lain. Pertimbangannya, Yusril memahami Masyumi, anak keturunan Masyumi, tokoh reformasi, intelektual dan pakar hukum Tata Negara. Ia sendiri mengenal Yusril sejak masih muda saat terlibat di Lembaga Islam untuk Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LIPPM). Ia waktu itu sebagai direkturnya.

Menjelang Pemilu 1999 Anwar Harjono jatuh sakit karena faktor usia. Semangatnya tetap tinggi. Walau ia tak dapat berjalan, duduk di kursi roda, masih tetap mengkuti perkembangan PBB. Hanya pada saat Pemilu 1999 ia tak dapat menyaksikan PBB meraih 13 kursi di DPR/MPR RI. Ia meninggal dunia sebelum pemungutan suara. Ia meninggal dengan tenang. Salah satu menantunya, Mawardi Abdullah, berhasil masuk DPR/MPRI 1998-2004. Ialah yang meneruskan perjuangannya di PBB hingga saat ini. (MK.5.7.2020)

Oleh: Muhsin MK

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close