Usai Sujud Syukur, Netizen Sebut Tri Rismaharani Pemain Drama

Abadikini.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani dianggap pencitraan oleh netizen usai aksinya saat melakukan sujud syukur dihadapan para Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan meminta maaf kepada direktur rumah sakit di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020) kemarin.

Atas aksi sujud tersebut desakan Risma untuk mundur nyaring digaungkan di Twitter. Berawal dari salah satu akun bernama @EnggalPMT yang menullis komentar sarkastik sebagai berikut, “Sujudnya jangan kelamaan Bu, udah mau masuk adzan maghrib untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.”

Hal ini pun kemudian ramai ditanggapi oleh akun-akun lainnya. Mereka sepakat bahwa tindakan sujud Risma tidak patut dilakukan oleh seorang pemimpin. Oleh karena itu, mereka meminta agar Risma mundur dari jabatannya. Seperti yang terlihat dalam beberapa cuitan berikut.

Akun @Jaymaholdtra menyebut bahwa Risma adalah pemimpin yang lemah mental. Perangai tersebut dianggap tidak cocok untuk memimpin Surabaya. Ia pun mengusulkan agar Risma lebih baik mengundurkan diri sebagai Wali Kota.

Cuitan senada juga disampaikan akun @OdinSya_22 yang menulis, “Sebagai rakyat kita butuh solusi, bukan drama”. Menurutnya, alih-alih membuat rakyat merasa optimis untuk menghadapi pandemi COVID-19, aksi sujud Risma justru membuat rakyat semakin pesimis.

Akun @nabawiumardani pun menulis komentar serupa. Menurutnya, tindakan Risma merupakan bentuk dari rasa frustasi dan hilang kendali yang seharusnya tidak boleh ditunjukkan oleh figur pemimpin. Ia pun menulis, ”Situasi seperti ini akan mengorbankan rakyat dan masyarakat! Mundur lebih baik, berikan (jabatan) kepada yang kredibel.”

Menurutnya, seorang perempuan berbaju merah yang duduk di dekat Risma sudah bangkit terlebih dahulu, seolah-olah tahu bahwa Risma akan melakukan tindakan yang tidak terduga. Cuitan senada juga disampaikan oleh akun-akun lainnya.

Meski banyak warga yang kontra terhadap aksi Risma dan minta agar ia mundur, namun tak sedikit pula yang bersimpati. Mereka mengaku bahwa Wali Kota Surabaya tersebut telah mengupayakan banyak hal demi menekan kurva penyebaran COVID-19, namun banyak warga Surabaya yang masih ngeyel dan tidak memathui protokol kesehatan.

sumber: hops.id

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close