Sampaikan Duka Cita, PBB Sebut Prajurit TNI yang Gugur di Kongo Syahid

Abadikini.com, JAKARTA – Keluarga Besar Partai Bulan Bintang (PBB) mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Serma Rama Wahyudi, salah satu anggota pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO, Kongo, Afrika pada Senin 22/06/2020, 17.30 waktu setempat.

“Semoga almarhum husnuh khatimah dan amal ibadah serta pengabdiannya diterima di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dan kesabaran yang luas. Amiin,” kata PBB seperti dikutip Abadikini.com dari instagram rersmi DPP PBB @partaibulanbintang.official, Kamis (25/6/2020).

Menurut partai Islam besutan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra itu, dalam ajaran Islam, orang yang mati syahid adalah mereka yang mati saat menjalankan tugas kebaikan.

“Allah Ta’alah berfirman dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 154 yang artinya: “Dan janganlah kalian mengatakan untuk orang yang terbunuh di jalan Allah (mati di medan perang/mati syahid) bahwa mereka itu mati, mereka itu hidup, akan tetapi kalian tidak mengetahunya,”.

Foto: Instagram DPP Partai Bulan Bintang

Sebelumnya diberitakan Abadikini.com, Satu prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M.P. Sibuea bahwa gugurnya prajurit TNI atas nama Serma Rama Wahyudi dan satu orang prajurit TNI yang terluka diakibatkan oleh serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin 22/06/2020, 17.30 waktu setempat.

Almarhum Serma Rama Wahyudi. Foto: Puspen TNI

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat. Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO.
Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco merupakan satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi dan telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB, salah satunya adalah program pembangunan dan rehabilitasi jalan Kasinga-Kadidiwe, Kongo.

Baca Juga

Back to top button