Wacana Penghapusan Pertalite dan Premium, Bagi Novel Salah Ahok

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin angkat bicara soal wacana penghapus BBM jenis premium dan pertalite. Baginya hal tersebut merupakan sangat menyengsarakan rakyat kecil.

Baca Juga

Atas wacana penghapusan BBM jenis premium dan pertalite walaupun belum fix, sebelumnya Novel pernah mengatakan bahwa keberadaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komut Pertamina merupakan produk gagal, baginya mantan Gubernur DKI tersebut sebagai sumber masalah.

“Dan memang dipasang untuk dijadikan sumber kegaduhan dan adu domba,” kata Novel seperti dikutip Abadikini.com, Kamis (18/6/2020).

Bagi Novel, keberadaan Ahok di Pertamina sangat menyusahkan rakyat, menurut pria yang pernah bekerja di Pizza Hut itu masih banyak putra putri terbaik, kenapa mesti Ahok yang diberi jabatan strategis.

“Kalau memang benar pertalite dihapus setelah premium hilang dari pasaran maka jelas akan sangat membuat susah rakyat Indonesia. Jadi jelas apa yang kita hadapi sekarang bahwa rakyat Indonesia ingin terus dibuat susah,” tegas dia.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 Tahun 2017, Indonesia sudah harus mengadopsi kendaraan dengan BBM berstandar Euro 4 sejak 10 Maret 2017. BBM yang memenuhi standar Euro 4 yakni bensin dengan RON di atas 91 dan kadar sulfur maksimal 50 ppm.

Sedangkan untuk produk diesel, minimal Cetane Number (CN) 51 dan kadar sulfur maksimal 50 ppm. Dalam produk Pertamina, BBM yang berada di bawah RON 91 ada Pertalite dengan RON 90, Premium RON 88, dan Solar yang memiliki Cetane Number (CN) 48.

Jika berpatokan pada aturan tersebut, maka Premium, Pertalite, dan Solar tak sesuai standar karena masih di bawah Euro 4.

Baca Juga

Back to top button