Ini Lo Strategi Dokter Reisa sebagai Jubir Covid-19 Saat Menyampaikan Komunikasi ke Publik

Abadikini.com, JAKARTA – Dipercaya sebagai salah satu Jubir Covid-19 dibagian komunikasi publik, Dokter Reisa Broto Asmoro siap akan memberikan kontribusinya soal perkembangan mengenai informasi terupdate mengenai virus corona yang ada di Indonesia.

Baca Juga

“Karena saya bergabung dengan tim komunikasi publik, ini banyak sekali personel yang ada di dalamnya, dan masing-masing personel punya kontribusinya sendiri, punya kelebihannya, tinggal kelebihan masing-masing personel dijadikan satu untuk mengerjakan apa yang sudah distrategikan dari awal,” ujar Reisa seperti dikutip Abadikini.com dari Antara, Sabtu (13/6/2020).

Dokter Reisa mengatakan, akan selalu memberikan himbauan kepada masyarakat terkait Covid-19, mulai dari wajib pakai masker, selalu menjaga jarak, agar meminimalisir penyebaran rantai virus tersebut.

Menurut wanita yang pernah menjadi runner-up Puteri Indonesia 2010 masih banyak masyarakat yang masih belum mengikuti himbauan protokol Kesehatan, maka dari perlu edukasi secara perlahan-lahan namun konsisten. Karena Covid-19 merupakan hal yang baru, bahkan baru ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiga bulan belakangan.

“Tentu kalau kita mengajarkan sesuatu kepada masyarakat luas yang beragam, ini kan akan mendapatkan respons yang berbeda-beda, mungkin kalau kita mengedukasi, tidak semua orang begitu diedukasi langsung mengerti, langsung menerapkan, butuh waktu, butuh kesabaran dan ketekunan untuk kita harus selalu mengingatkan kembali,” ujar Reisa.

Reisa mengibaratkan edukasi protokol kesehatan menghadapi pandemi COVID-19 itu seperti edukasi “Orang Bijak Bayar Pajak” yang juga telah digaungkan pemerintah selama bertahun-tahun. Banyak orang yang acuh pada awalnya, namun usaha tersebut tetap digaungkan untuk kebaikan bersama dan kemajuan negara.

Maka dari itu, Reisa mengingatkan cara penyampaian bahasa yang benar merupakan bagian dari strategi pilihan.

“Kita sebagai edukator, fasilitator pemberi ilmu, menyesuaikan dengan apa yang ada di lapangan, karena ada perbedaan bahasa, itu kita sesuaikan, makanya lebih enak dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti,” kata Reisa.

Selain mengikuti protokol kesehatan, Reisa juga menekankan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dalam memasuki fase transisi normal baru, Reisa berharap masyarakat dapat melakukan protokol kesehatan dengan lebih disiplin.

Reisa yang lebih memilih¬†menyebut “Adaptasi Kebiasaan Baru” ketimbang normal baru, juga mengingatkan agar masyarakat sebisa mungkin untuk tetap berada di rumah.

“Tapi kalau misalnya terpaksa harus di luar rumah, maka harus siap disiplin menjalankan protokol kesehatan, jadi jangan lengah,” pungkas Reisa.

Baca Juga

Back to top button