Polresta Mataram Ungkap Oknum Sipir dan Narapidana Terlibat Pemakaian Narkoba

Abadikini.com, MATARAM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram dihebohkan dengan keterlibatan peredaran narkoba antara oknum sipir dan narapidana.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto membenarkan bahwa kasus tersebut diduga telah berlangsung lama seperti dikutip Abadikini.com dari Antara, Selasa (9/6/2020).

“Terungkapnya sekitar pukul 16.00 Wita, ada sejumlah pelaku yang ditangkap,” kata Guntur.

Menurut informasi yang dihimpun, terdapat sembilan orang yang ditangkap. Selain narapidana dan kurir narkoba dari luar lapas, satu di antaranya terdapat petugas sipir yang diduga ikut terlibat karena mencoba menggagalkan aksi kepolisian di lapangan.

Kapolres Mataram mengatakan, pihaknya kini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait oknum sipir yang terlibat dalam pemakaian narkoba di Lapas.

“Untuk peran dan keterlibatan masing-masing yang ditangkap, masih dalam pemeriksaan, begitu juga dengan yang sipir. Jadi kita tunggu hasil,” ujarnya.

Saat melakukan pengungkapan peredaran narkoba di internal Lapas Mataram, sempat terjadi ketegangan antara sipir dan anggota kepolisian.

Ketegangan tersebut terjadi sesaat setelah anggota kepolisian menggagalkan transaksi narkoba di halaman parkir, depan pintu utama Lapas Mataram.

Anggota kepolisian menciduk seorang tamping dan kurir dari luar lapas. Keduanya ditangkap dengan barang bukti poketan sabu-sabu yang ditemukan terselip dalam bungkus rokok.

Aksi itu pun menjadi awal ketegangannya. Petugas sipir lapas yang berjaga di luar pintu utama, berupaya mencegah aksi kepolisian yang muncul dengan kostum penyamarannya.

Bahkan petugas lapas yang berjaga dari dalam pintu utama, menghiraukan permintaan anggota kepolisian yang ketika itu memaksa masuk untuk melakukan pengembangan kasus tangkap tangan tersebut.

Terkait dengan kasus ini, Kalapas Mataram Susanni mengaku belum secara jelas mengetahui kronologis kejadian pada Senin (8/6) sore tersebut.

“Waktu itu saya datangnya agak terlambat, jadi yang lebih jelasnya saya belum tahu pasti,” kata Susanni.

Begitu juga dengan salah seorang anak buahnya yang ikut ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus tersebut, Sussani enggan berkomentar banyak.

Namun menurut pandangannya, perilaku anak buahnya yang demikian, mencegah aksi anggota kepolisian, tidak terlepas dari menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Maklum yang diambilnya (ditangkap polisi) itu adalah tamping. Pastinya dia sedang mengawal tamping yang membuang sampah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Susanni menanggapi persoalan ini dengan menyatakan bahwa pihaknya akan selalu siap mendukung penuh kegiatan kepolisian, apalagi yang berkaitan dengan kasus narkoba.

“Kita siap bekerjasama dengan pihak direktorat narkoba,” ucapnya.

Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close