IBM Hentikan Suplai Teknologi Pemindai Wajah ke Polisi

Abadikini.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi informasi terbesar, IBM memutuskan untuk menghentikan suplai teknologi pemindai wajah dan analisis ke Kepolisian Amerika Serikat (AS). Hal tersebut menyusul kasus George Floyd yang dibunuh oleh personil Kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin.

IBM menyampaikan pernyataan tersebut kepada Kongres AS yang tengah menimbang reformasi dan pemangkasan anggaran Kepolisian.

CEO IBM, Arvind Khrisna, mengatakan bahwa sudah saatnya ada regulasi untuk memastikan Kepolisian bekerja dengan benar dan aksinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai dialog nasional perihal bagaimana teknologi pemindah wajah sebaiknya digunakan oleh aparat keamanan,” ujar Khrisna, dikutip dari Reuters, Selasa (9/6/2020).

Lanjut Khrisna, IBM juga tidak akan mendukung kegiatan apapun yang menyalahgunakan teknologi buatan perusahaannya. Sebagai contoh, kata Khrisna, IBM tidak ingin teknologi pemindai wajahnya digunakan untuk profiling berdasarkan ras serta pelanggaran hak asasi manusia.

“Teknologi bisa meningkatkan transparansi dan bagaimana Kepolisian melindungi komunitas kita, bukannya malah mempromosikan diskriminasi dan ketidakadilan berdasarkan ras,” ujar Khrisna.

Secara terpisah, laporan dari CNBC mengatakan bahwa IBM sesungguhnya sudah lama berniat menghentikan bisnis pemindai wajahnya. Bisnis tersebut dianggap kurang menguntungkan. Walau begitu, pelayanan terhadap pelanggan akan tetap dilakukan jika terdapat masalah.

“Teknologi visual IBM hanya akan terbatas pada deteksi objek, bukan analisis ras serta identifikasi,” ungkap salah seorang pejabat yang mengetahui kerjasama IBM dengan Pemerintah Amerika.

Topik Berita
Back to top button
Close