Trending Topik

Sebaiknya Fadli Zon Tobat dari Nyinyir

Abadikini.com, JAKARTA – Waketum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens untuk cuci muka dulu sebelum bicara soal ucapan telah mengantongi nama-nama aktor politik yang akan mengkudeta Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Atas pernyataan Fadli Zon yang meminta Boni Hargens untuk cuci muka. Wakil Presiden Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (FAKTA) Mukhlis Ramlan mengatakan sebaiknya pernyataan Boni Hargens itu dijadikan sebagai bahan pertimbangan, ia menganggap politisi yang mengklaim sebagai Jubir Rakyat itu sangat pesimis.

Tak hanya itu, Ramlan juga meminta Fadli Zon untuk Mandi dulu, menurutnya selama jadi wakil rakyat belum terlihat apa yang telah dikerjakan Fadli di Senayan.

“Pernyataan Fadli Zon yang meminta Boni Hargens cuci muka atas informasi perancang kudeta, bahkan mencari nomor punggung punggung, itu jelas bentuk putus asa seorang Fadli yang kita semua bertanya apa yang sudah dikerjakan ia di gedung parlemen selama ini,” kata Mukhlis seperti dikutip Abadikini.com dari RRI.co.id, (7/6/2020).

Ramlan mengatakan, peristiwa kudeta yang pernah terjadi di luar negeri dilakukan oleh kelompok militer bersenjata, namun juga mendapatkan dukungan dari sipil dan barisan oposisi anti pemerintah.

“Peristiwa kudeta yang pernah terjadi di Oman, Mesir, Turkey, Libya tidak hanya dilakukan oleh kelompok militer, tetapi dalam prosesnya ada keterlibatan kaum sipil yang aktif dalam gerakan oposisi. Sejarah mencatat bahkan di priode rezim SBY sempat beberapa kali akan terjadi kudeta, pertama oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), lalu ada petisi 28 saat itu yang juga menggulirkan isue kudeta, semua pernah terjadi saat SBY berkuasa yang gerakan tersebut menginginkan perebutan kekuasaan dengan penggeraknya tokoh sipil oposisi saat itu,” ungkapnya.

Ramlan meminta Fadli untuk tobat dari nyinyir, dan juga untuk mandi dari membersihkan kotoran-kotoran kebencian yang selama ini ia lakukan.

Ramlan menambahkan, Fadli di Partai Gerindra merupakan anak buah dari Prabowo Subianto sehingga menurutnya ia harus menjaga wibawa sang Ketum yang saat ini berada di barisan Pemerintahan Jokowi.

“Jadi kami minta ke Fadli tidak hanya cuci muka, tetapi juga mandi untuk menghilangkan kotoran kebencian dalam dirinya sekaligus tobat. Karena rakyat juga sudah bosan atas ujaran kalimat yang mayoritas hanya sindiran, kebencian, hinaan dan terus berupaya menjatuhkan wibawa Pemerintah. Apakah dia sadar atau tidak ketua umum partainya pun ada dibarisan Pemerintah Jokowi,” pungkasnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close