Forum Sekjen Pro Demokrasi Kecam Parliamentary Threshold 7 Persen

Abadikini.com, JAKARTA – Forum Sekjen Pro Demokrasi yang terdiri dari Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noor. Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika, Sekjen Partai Garuda Abdullah Mansuri, dan Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq. Termasuk Sekjen PSI Raja Juli Anthon dan PKP Indonesia (Verry Surya Hendrawan). Sekjen Partai Hanura, Gede Pasek Suardika, dalam video conference secara virtual, Sabtu malam (6/6/2020).

Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor menjelaskan bahwa kondisi Pemilu kedepan akan tetap sama 2009, 2014, 2019 dan dipastikan bakal menguras banyak energi lagi di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ya berproses di MK (lagi). Tapi apa kita akan terus menerus buang-buang energi seperti ini, setiap 5 tahun? Hanya untuk melawan arogansi dan hasrat berkuasa yang berlebihan ini?” tegasnya.

Tak hanya Ferry, Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika juga menimpali.

“Belum lagi, jelas akan mengancam kenusantaraan kita. Karena sangat mungkin bahwa daerah yang memiliki jumlah penduduk kurang padat, justru akan diwakili oleh Wakil Rakyat dari daerah lain (yang padat),” ungkapnya.

Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso menilai, puluhan juta suara dipastikan akan hangus itu akan terlihat nyata, kami Sekjen yang tergabung dalam forum demokrasi merasa terpanggil sebagai penyeimbang informasi ke masyarakat.

“Menjadi kegelisahan bersama, tentang besarnya kemungkinan suara pemilih yang hangus. Kami merasa wajib hadir menjadi penyeimbang informasi ke masyarakat; bahwa risiko (hangusnya puluhan juta suara) itu nyata adanya,” ungkapnya.

Sekjen Partai Garuda Abdullah Mansuri dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni sependapat bahwa usulan Parliamentary Threshold maupun Presidential Threshold yang diajukan merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi dan masyarakat harus mengetahui.

”Sudah banyak suara negatif masuk dari daerah-daerah. Masyarakat luas harus segera disadarkan,” ucapnya.

Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan mengatakan, sudah menjalin komunikasi dengan beberap parpol yang ada di DPR seperti PAN, PPP, Demokrat dan berencana akan bertemu dalam waktu dekat ini.

”Tentu saja juga (komunikasi) dengan para sahabat DPR yang mengusulkannya. Segera kami jadwalkan untuk bertemu, dan Insya Allah dapat menghasilkan terbaik untuk bangsa dan negara tercinta,” kata Verry.

Sementara Sekjen Perindo Ahmad Rofiq mengaku kaget, menurutnya tanpa kajian yang jelas secara akademis ujuk-ujuk sudah menjadi prolegnas di DPR RI.

“Ini nyata-nyata kita semua kecolongan. Nggak jelas kapan kajian akademis, kapan diskusi pendahuluan…, eh tiba-tiba sudah menjadi prolegnas di DPR RI. Prioritas lagi! Kerja kilat!,” pungkasnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close