Video Viral Sarah Keihl Lelang Keperawanan Ternyata Cuma Settingan

Abadikini.com, JAKARTA – Sarah Keihl sedang hangat menjadi perbincangan publik setelah ia melelang keperawanannya untuk berdonasi virus corona (COVID-19).

Pernyataan kontroversial itu mengundang berbagai reaksi dari masyarakat dan baru-baru ini Sarah mengatakan bahwa itu adalah candaan semata.

Dalam video tersebut Sarah mengatakan bahwa ia melelang keperawanannya dengan harga Rp2 miliar untuk berdonasi virus corona. Namun, dia kembali mengatakan bahwa hal itu hanyalah prank dan meminta maaf kepada warganet akibat kegaduhan yang ia buat.

Bahkan, perempuan 24 tahun ini juga berjanji tidak akan mengulang perbuatannya lagi dan lebih berhati-hati dalam memilih kalimat.

Namun, beberapa jam yang lalu beredar sebuah screenshot terkait konten yang sedang viral tersebut. Diduga bahwa Sarah telah merencanakan ini agar namanya bisa mencuri perhatian publik. Hal itu diungkapkan oleh akun Twitter @AESTETICA_ yang mempertanyakan permintaan maaf itu sudah direncanakan juga atau tidak.

“Sar, beneran videonya?,” ujar salah satu pengguna Instagram dalam screenshot tersebut.

Ngga, buat engagement (tingkat interaksi di media sosial) doang. Haha tunggu video klarifikasinya, buat masalah COVID-19 by the way aku udah nyumbang, ini semua udah direncanain sama manajer aku mas,” jawab Sarah.

Setelah melakukan permintaan maaf, Sarah mengatakan bahwa dia telah berdonasi 1.000 sembako dari uang pribadinya untuk menembus kesalahan tersebut. Tak hanya itu, ia mengatakan khilaf dan tidak tahu kalau kontennya akan viral seperti ini.

Dalam cerita Instagram, Sarah juga seakan membantah pesan Instagram dari akunnya yang beredar dimana menunjukkan konten tersebut sudah direncanakan atau settingan. Dia menegaskan kalau sudah mulai rehat dari media sosial dan tidak membalas pesan dari siapapun.

“Untuk saat ini saya sedang rehat sosmed dan tidak menjawab DM apapun dan dari siapapun. Apabila ada yang beredar adalah HOAX demi Allah. Makasih,” tulis Sarah Keihl.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close