Berkoar Soal Rakyat dan Covid-19 Sambil Gunakan Baret Merah, Habib Bahar Dikecam Warganet

Abadikini.com, JAKARTA – ¬†Akun Twitter @narkosun mengunggah video orasi Habib Bahar bin Smith di hadapan puluhan pengikutnya usai dibebaskan dari sel tahanan pada Sabtu (16/5/2020). Video itu diberi caption “Pentas pertama setelah bebas penjara….”.

“Saya tidak takut besok pagi ditangkap polisi, dipenjara lagi kalau tidak bersalah,” kata Habib Bahar dalam orasinya.

Dalam video tampak Habib Bahar bin Smith mengenakan jubah berwarna gelap dan topi baret berwarna merah. Tak ada masker yang terpasang di wajahnya. Suasana di tempat itu pun terlihat ramai dan penuh sesak.

“Sore ini saya keluar, besok pagi saya ditangkap lagi demi berjuang untuk rakyat, berjuang untuk Indonesia, berjuang untuk rakyat susah yang sengsara di-lockdown, dimatikan di dalam rumahnya sendiri. Saya ridho, saya ikhlas,” ujarnya.

Sedangkan puluhan pegikutnya begitu antusias menyimak orasi Habib Bahar bin Smith. Sesekali mereka berteriak menimpalinya dan juga terdengar pekikan gema takbir.

Habib Bahar bin Smith dibebaskan dari penjara setelah mendapatkan program asimilasi dari pemerintah. Ia sebelumnya dijebloskan ke penjara karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Video tersebut sontak mengundang reaksi warganet. Beberapa dari mereka terlihat mempertanyakan kesungguhan Habib Bahar dalam membantu rakyat miskin.

“Penikmat asimilasi berkoar-koar lagi pake baret kebangaan kesatuan Kopassus. Harusnya tidak boleh itu. Btw banyak sekali model spt ini … kasihan Ibu Pertiwi tersandera orang2 spt ini merongrong Ibu Pertiwi terus,” tulis @MailRahmat.

“Berjuang untuk rakyat Indonesia? Bagus bib. Sembako segera ente bagi untuk saudara2 kita yg terdampak pandemi covid 19. Kalau cuman nyembur2 doang, gak guna dah,” tulis @Penggebukdusta1

Dari pantauan Abadikini.com, tampaknya banyak warganet yang meragukan integritas dan kapasitas Habib Bahar bin Smith saat membicarakan isu kerakyatan dan pandemi Covid-19.

 

Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close