Obama kembali Lontarkan Kritik Pedas ke Pemerintahan Donald Drump

Abadikini.com, JAKARTABarack Obama kembali mengkritik pedas langkah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam mengatasi pandemi virus corona (COVID-19).

Mantan Presiden AS itu menilai dengan adanya pandemi memperlihatkan banyak orang lepas tangan dari permasalahan mengatasi pandemi corona.

“Pandemi ini akhirnya mematahkan pandangan orang bahwa pihak bertanggung jawab mengetahui hal yang harus dilakukan. Bahkan, banyak dari mereka tidak pura-pura bertanggung jawab,” kata Obama dalam pidato pembukaan kelulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi seperti dikutip dari AFP.

Dia menjelsakan, kritiknya itu ditujukan kepada Pemerintah Amerika Serikat secara umum, tanpa menyebut langsung Presiden Donald Trump atau pejabat federal serta negara bagian lainnya.

Namun, dalam sebagian pidatonya itu, Obama juga meminta kepada para siswa menengah itu untuk menggantikan para pemimpin tersebut yang dianggapnya telah gagal.

“Melakukan apa yang terasa enak, apa yang nyaman, apa yang mudah, itulah yang anak-anak kecil pikirkan. Sayangnya, banyak yang disebut orang dewasa, termasuk beberapa dengan jabatan mewah dan pekerjaan penting, masih berpikir seperti itu, itulah sebabnya banyak hal sangat kacau,” ujarya.

“Saya berharap bahwa sebagai gantinya, Anda memutuskan membekali diri pada nilai-nilai yang terakhir, seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, keadilan, kemurahan hati, rasa hormat terhadap orang lain,” Sambungnya.

Kritik tersebut merupakan yang kedua yang dilancarkan Obama sejak sepekan lalu. Pada Jumat (8/5), Obama juga mengkritik penanganan Trump sebagai bencana kekacauan yang mutlak.

Ia juga menyatakan wabah penyakit seperti Covid-19 akan semakin menonjolkan ketidaksetaraan yang dialami masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.

“Kami melihat hal yang tidak proporsional akibat Covid-19 dalam komunitas kami. Sama seperti ketika seorang pria berkulit hitam yang sedang berlari dan beberapa orang melihat itu langsung berhenti, menanyakan kondisinya bahkan menembaknya,” kata Obama tanpa blak-blakan menyebutkan kasus Ahmaud Arbery seperti dilansir AFP.

Ahmaud Arbery merupakan warga keturunan Afrika-Amerika yang pada awal 23 Februari 2020 ditembak dua orang di kawasan pemukiman kota pantai Brunswick ketika sedang joging karena dianggap sebagai tersangka perampokan rumah.

Untuk diketahui, berdasarkan data Johns Hopkins, Amerika Serikat kini peringkat pertama sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Hingga Minggu (17/5) pagi, AS melaporkan lebih dari 1,46 juta kasus dengan lebih dari 268 ribu orang pulih dan 88 ribu orang meninggal dunia.

Baca Juga

Back to top button