Mesir Tetap Lanjutkan Pemindahan Ibu Kota di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia?

Abadikini.com, KAIRO – Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan tidak akan menunda proyek ibu kota baru meskipun saat ini negara itu tengah dilanda pandemi Covid-19.

Sisi meluncurkan proyek ibu kota baru itu pada 2015. Kota itu didesain sebagai kota cerdas berteknologi tinggi yang akan menampung 6,5 juta orang dan mengurangi kepadatan penduduk di Kairo.

Disebut sebagai Ibu Kota Administratif Baru, ini menjadi proyek terbesar dari serangkaian mega-proyek yang digagas Sisi sebagai sumber pertumbuhan dan tenaga kerja.

Kota baru itu akan memiliki distrik pemerintahan dan bisnis, satu taman raksasa dan satu kawasan diplomatik yang hingga kini belum dibangun.

Saat ekonomi Mesir melemah akibat wabah Covid-19, konstruksi ibu kota baru mulai terbentuk di timur Kairo dengan kapasitas penuh setelah sempat terhenti sebentar.

Level aktivitas di gurun itu menunjukkan pentingnya proyek itu secara politik saat pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. Truk-truk melintasi jalanan yang baru dibangun dan crane bergerak di atas sejumlah blok apartemen yang belum rampung.

Segera setelah Covid-19 mulai menyebar, Sisi menunda perpindahan pegawai negeri sipil pertama ke kota baru itu dan menunda pembukaan museum nasional di dekat piramida menjadi tahun depan.

Produktivitas turun saat banyak perusahaan harus beradaptasi dengan panduan kesehatan baru dan beberapa pegawai bekerja di rumah.

Mesir mengonfirmasi lebih dari 10.000 kasus virus corona, tapi tak ada kasus infeksi di ibu kota baru itu.

Pejabat senior menyatakan biaya seluruh proyek itu sekitar USD58 miliar. Beberapa warga Mesir menganggap proyek itu sebagai sumber kebanggaan. Namun warga lain menilainya terlalu berlebihan dan hanya menguntungkan kalangan elit.

Namun para pejabat tetap mempertahankan mega-proyek itu tetap berjalan untuk melindungi tenaga kerja. “Setelah 10 hari melambat, konstruksi kembali berjalan penuh di ibu kota baru dengan sistem sif,” papar Amr Khattab, juru bicara Kementerian Perumahan Mesir.

“Proporsi tenaga kerja di lokasi itu tidak melebihi 70%, sehingga pekerja tidak terlalu dekat,” kata dia sambil menunjukkan kawasan R5 yang di dalamnya ada 24.000 unit perumahan.

Dia menambahkan, “Kami bekerja tak terlalu intensif, tapi kami memiliki dua sif.”

Diketahui, saat ini Indonesia juga tengah memiliki megaproyek pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tepatnya di wilayah Kabupaten Penajam Passer.

Seperti halnya Mesir, apakah Presiden Indonesia Joko Widodo akan terus melanjutkan megaproyek pemindahan Ibu Kota di tengah pandemi Covid-19?

 

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close