Lebay, Perdana Menteri Israel Sebut Umat Manusia Bisa Punah karena Covid-19

Abadikini.com, TEL AVIV –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keprihatinan tentang kemungkinan reinfeksi COVID-19. Dalam pidato bulan April lalu, Netanyahu mengatakan jika laporan dari Korea Selatan tentang kemunculan kembali penyakit setelah sembuh benar adanya, maka kenyataan pandemi global jauh lebih kompleks. Ia mencatat bahwa kebangkitan kembali virus akan menyebabkan infeksi yang jauh lebih luas.

Respon Tel Aviv terhadap pandemi ini dikatakan produktif karena lebih dari 11.000 orang dari 16.436 kasus yang diketahui telah sembuh, seperti yang ditunjukkan oleh data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Penguncian yang diberlakukan Israel untuk mengekang penyebaran COVID-19 telah berkurang baru-baru ini.

Menteri Pertahanan Israel mengumumkan bahwa para peneliti dari Institut Biologi Israel telah mengembangkan antibodi virus Corona yang dapat membantu menciptakan vaksin.

Belum lama ini Netanyahu dilaporkan memperingatkan partainya, Likud, bahwa jika laporan tentang gelombang kedua wabah virus COVID-19 itu benar maka akan dapat melenyapkan umat manusia. Begitu laporan media Israel, Times of Israel, mengutip seorang anggota parlemen Israel yang tidak disebutkan namanya.

Pernyataan Netanyahu dikatakan berasal dari laporan bahwa mereka yang telah sembuh dari penyakit mematikan itu kembali dinyatakan positif.

“Ada laporan dari luar negeri tentang kembali terinfeksi. Jika ini benar, maknanya bisa menjadi akhir dari umat manusia,” kata anggota parlemen Israel itu meniru pernyataan Netanyahu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (9/5/2020).

Anggota parlemen Israel lainnya mengaku tidak ingat Netanyahu mengeluarkan pernyataan itu, tetapi mengkonfirmasi perdana menteri negara Zionis itu berbicara dengan bebas tentang “skenario anarki global”.

Kutipan pernyataan tersebut dilaporkan berasal dari Netanyahu dan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Moshe Bar Siman-Tov dalam pertemuan dengan kabinet para menteri dan sejumlah pejabat lainnya yang bertugas menangani pandemi virus Corona di negara itu.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close