Desak Pemerintah Usut Kasus Perbudakan Terhadap ABK WNI di Kapal China, Fadli Zon: Penghinaan Terhadap Rakyat Indonesia

Abadikini.com, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus yang dihadapi anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal berbendera China.

“Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak Cina,” kata Fadli Zon di akun twitter pribadinya yang dikutip Abadikini.com, Sabtu (9/5/2020).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, selain praktik perbudakan, apa yang dilakukan atas ABK asal Indonesia jelas pelanggan HAM dan sebuah penghinaan terhadap Rakyat Indonesia.

“Selain praktik perbudakan, apa yg dilakukan thd ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM n penghinaan thd rakyat Indonesia. Kita bukan budak China!,” tegasnya.

Dalam cuitannya itu, Fadli juga menandai akun Kementerian Luar Negeri @Menlu_RI, Kementerian Ketenagakerjaan @KemnakerRI dan Presiden Joko Widodo @Jokowi.

Diketahui sebelumnya youtuber Korea Jang Hansol melalui channel youtubenya Korea Reomit menceritakan berita yang sedang viral di Korea mengenai ABK Indonesia yang bekerja di kapal China.

Jaringan televisi Korea, MBC memberitakan mengenai jenazah ABK Indonesia yang dibuang ke laut. Selain itu, para ABK juga dipaksa untuk bekerja selama 30 jam dalam sehari, hanya diberi air minum yang berasal dari air laut yang difiltrasi, dan diberi upah yang sangat rendah.

Menanggapi pemberitaan MBC itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan akan memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi ABK Indonesia di kapal penangkap ikan asal China yaitu Longxin 605 dan Tian Yu 8. Juga diketahui, di dalam dua kapal tersebut membawa 46 pekerja WNI dan 15 diantaranya dari kapal Long Xin 629.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close