Kerap Remehkan Jet Tempur Su-57 Milik Rusia, Akhirnya Amerika Serikat Kena Batunya

Abadikini.com, MOSKOW – Amerika Serikat (AS) kena batunya, selama ini kerap meremehkan kualitas pesawat jet tempur Su-57 milik Rusia tapi sebagaimana dilaporkan media Rusia, Avia.Pro, pesawat jet tempur siluman Su-57 Rusia terbang tanpa terdeteksi di atas enam pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah.

Militer Moskow dan Washington belum berkomentar atas laporan tersebut. Namun, pesawat siluman itu memang kerap beroperasi di Suriah tanpa dikonfirmasi secara resmi oleh militer Kremlin.

Su-57 dibanggakan Moskow sebagai jet tempur siluman generasi kelima Rusia. Pesawat ini diklaim sedang diproduksi massal untuk militer rezim Presiden Vladimir Putin. Beberapa pejabat militer negeri Berung Merah kerap berseloroh bahwa angka dari Su-57 adalah simbol rival untuk gabungan dari jet tempur siluman generasi kelima AS, F-35 dan F-22.

Dalam laporannya pada hari Ahad (3/5/2020), media itu menyatakan pesawat tempur Su-57 Rusia berhasil melewati pangkalan udara militer Amerika di Irak utara tanpa diketahui. Kejadian itu terjadi selama penampilan terakhir sebuah jet tempur generasi kelima Rusia tersebut di Suriah.

Menurut beberapa sumber militer yang dikutip media tersebut, Turki tidak mengizinkan munculnya pesawat tempur Rusia di atas wilayah udaranya, dan karenanya, pesawat tempur Su-57 Rusia dapat mencapai pangkalan udara Khmeimim secara eksklusif melalui wilayah udara Irak di bagian utara, dan kemudian memasuki dan ke wilayah udara Suriah langsung di atas instalasi militer Amerika.

Dari rute-rutenya, sebuah jet tempur Su-57 Rusia terbang melalui koridor dengan setidaknya tiga pangkalan militer AS di Irak dan tiga lainnya di Suriah.

Mengutip seorang spesialis militer, publikasi itu menyebut aksi Su-57 seperti “memukul” hidung Washington.

“Sampai saat ini, Su-57 Rusia diolok-olok di Amerika Serikat, mengklaim bahwa ia tidak dapat dikerahkan sembunyi-sembunyi (secara siluman), namun, mengingat fakta bahwa pesawat tempur Rusia itu menempuh beberapa ribu kilometer tanpa henti langsung di atas pangkalan militer AS di Irak dan Suriah, cukup jelas bahwa kita benar-benar berbicara tentang ‘pesawat siluman’ yang berhasil mengklik hidung Washington,” kata spesialis militer yang dikutip media tersebut secara anonim.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close