Dokter Agus Ujianto Kini Ciptakan Prototype Ventilator Mekanik Sederhana

Abadikini.com, BANJARNEGARA – Berbagai cara kreatif dilakukan tenaga medis untuk meminimalisir risiko tertular Virus Corona (Covid-19) di tengah minimnya alat pelindung diri (APD). Di Banjarnegara, Jawa Tengah dokter Agus Ujianto berhasil berkreasi membuat stetoskop untuk memeriksa pasien dengan tangkai lebih panjang.

Kini dengan minimnya alat ventilator untuk penanganan pasien virus corona, mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya adalah  dr Agus Ujianto SpB dokter bedah di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara bersama asistennya M Arif Ali Hidayat.

Mereka membuat ide mengembangkan prototype ventilator mekanik sederhana dengan bahan dasar kipas angin bekas. Kipas angin bekas yang digunakan sementara tersebut hanya  menggunakan dinamo dan alat penyetel kecepatan gerak rotasi kipas.

Alat ini dimanfaatkan sebagai penggerak alat pompa yang nantinya membantu memompa oksigen menuju paru-paru pasien.

Seperti diketahui, Virus corona bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru, menyebabkan kadar oksigen tubuh turun dan membuat sulit bernapas. Alat ventilator akan membantu paru-paru tetap mengembang, sehingga kantung udara di paru-paru tidak mengempis.

“Ventilator merupakan peralatan teknologi yang cukup mewah yang dirancang untuk membantu seseorang bernapas secara efektif, alat ini juga mampu membantu memasukkan lebih banyak oksigen ke paru-paru dan mengeluarkan karbon dioksida,” kata Agus seperti dilansir Abadikini dari Reportase.tv, Rabu (29/4/202).

Agus mengatakan, harga satu ventilator adalah 1 Milliar lebih, untuk mendapatkan alat itu juga kesulitan karena harus impor. “Makanya kita berdua diskusi dan cari jalan keluar, Bagaimana ada alat  alternatif yang fungsinya sama namun harga jauh lebih murah,” lanjutnya.

Agus menjelaskan, seperti halnya teknologi di Jepang dan India, ternyata alat tersebut bisa menggunakan kipas angin bekas yang dimodifikasi sedemikian rupa agar menyamai ritme pernafasan,serta fungsinya sama dengan ventilator yang asli.

“Paru-paru itu berhubungan dengan pembuluh darah, dan ventilator membantu terjadi proses masuknya oksigen ke aliran darah,” tambahnya

Lebih jauh Ketum BSM Bulan Bintang ini mengatakan, saat ini hampir semua rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan mengalami kekurangan respirator dan ventilator. Minimnya alat ventilator yang dimiliki oleh rumah sakit disebabkan mahalnya harga alat tersebut.

”Atas dasar inilah kami berfikir keras agar mampu menciptakan alat yang fungsinya sama, namun harganya jauh lebih murah dan terjangkau,” ujarnya

Dokter Agus Ujianto saat memeriksa pasien dengan stetoskop dengan tangai lebih panjang denga hasil ciptaannya. Foto: dok. RSI Banjarnegara

Sementara M Arif Ali Hidayat menambahkan, hal paling sulit dalam proses pembuatan ventilator karyanya bersama dengan dr. Agus adalah menyamakan ritme nafas dengan ritme alat tersebut.

Namun berkat upaya dan kerja kerasnya  saat ini permasalahan tersebut bisa diatasi. “Artinya ventilator bikinan kita sudah bisa berfungsi normal,” katanya.

Secara detail Arif menjelaskan, biaya ventilator buatannyajuga lebih ekonomis. jika dihitung, biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan satu ventilator hanya 5 juta rupiah. Sedangkan jika alat motoriknya baru biayanya tidak sampai  10 juta rupiah.

“Saat ini masih apa adanya, namun secara prinsip kerja sudah oke, kedepan akan kita tingkatkan untuk tampilan dengan casing yang bagus. Untuk hal paten dan lainnya dokter Agus akan melengkapinya,” sebut M Arif.

Sementara Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Banjarnegara Lasmi Indaryani mendukung penuh temuan Agus Ujianto dan M Arif ALi Hidayat, Ia siap memberikan fasilitas untuk pengembangan penelitan alat tersebut. Baginya tidak menutup kemungkinan alat tersebut diproduksi di Banjarnegara dan dikembangkan untuk aksi kemanusiaan ke seluruh Indonesia.

“Saya sangat mendukung karya dokter Agus dan Mas Arif ALi ini. Sudah saya rekam dan saya sudah tau cara kerjanya, segera kami diskusikan dengan tim di Partai Demokrat. Dan kita akan koordinasikan dengan Pemkab Banjarnegara,” katanya.

Baca Juga

Back to top button