Ini Rahasia Pasutri Asal Balikpapan yang Sembuh dari Corona Usai Dirawat Selama 33 Hari

Abadikini.com, BALIKPAPAN – Dua pasien RSUD Berimanan Balikpapan mengumumkan hari ini dibolehkan pulang setelah dua kali hasil swab dinyatakan negative.

Mardianto (50) dan Agustin Susiana (53) merupakan warga Kelurahan Muara Rapak Kecamatan Balikpapan Utara dinyatakan sembuh setelah 33 hari menjalani perawatan di RSUD Beriman.

“Untuk memenuhi kebutuhan kami (selama dirawat) kami bebas bawa apa sendiri. Jadi kayak dirumah supaya pasien happy. Dengan heppy motivasi kita ada untuk sembuh cepat,” tuturnya.

“Teman-reman di rumah sakit care sekali ada keluhan dilayani. Perawatan dengan keterbatasan APD beliau WA ada keluhan apa keperluan jadi kita dperhatikan sekali,” ceritanya.

“Untuk anak begitu saya dikonfirmasi positif saya langsung hubungi kepala P2M (penyakit menular) dokter Ester minta anak saya langsung dipanggil untuk rapid tes. Hasil negative. Mereka sudah besar-besar,” tambahnya.

Mardianto juga berpesan melalui media agar masyarakat harus menggunakan masker dan tidak keluar rumah jika tidak perlu.

“Saya tadi kemari lihat di jalan banyak warga yang tidak pakai masker. Hati-hati memang ini betul betul penyakit saya sendiri tidak kemana-mana tapi saya kena makanya saya mohon sampaikan bahwa ini bukan main-main pake masker betul dan di rumah masuk rumah cuci tangan, ” pesannya.

Pada kesempatan sama, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan pihaknya telah menerima dari 8 hasil uji lab swab di BBLK Surabaya dinyatakan 1 pasien positif, perempuan usia 43 tahun sedangkan tujuh negatif.

“Tujuh orang dinyatakan negative termasuk dua orang ini negative hasilnya dua kali seteah lebih dari sebulan dirawat di RSUD Beriman. Ini berkah Ramadan hasil swab kedua ini suami istri negative. Jadi diantar dirut RSUD Berimana dan ini merupakan kesuksesan tim medis dokter dan perawat. Ini berkah kita semua,” beber Rizal Effendi dalam penjelasan resmi, Jumat (24/4/2020).

Mardianto dan Agustin ini masuk RSUD Berimanan sejak 22 Maret. “klaster sinode Bogor. Alhamdulillah hari ini bisa meninggalkan rumah sakit,” ujarnya.

Pemkot juga menyampaikan berita duka yakni 1 pasien PDP meninggal dunia pada Kamis malam 23 April dan malamnya langsung dikuburkan dengan protokel covid-19.

“Status PDP pasien RS Kanujoso tadi malam pukul 22 meninggal. Usia 75 tahun almarhumah tinggal di Kelurahan Karang Rejo. Hasil tes masih ditunggu belum diketahui statusnya tapi sekarang ini PDP,” ungkapnya.

Sumber Berita
Okezone
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close