China Lockdown Kota Harbin Hindari Gelombang Kedua Virus Corona

Abadikini.com, JAKARTA – Khawatir akan munculnya gelombang kedua wabah virus corona, Pemerintah China menutup satu wilayah Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang. Harbin menjadi kota terbaru di China yang menerapkan lockdown, setelah sebelumnya membuka lockdown kota Wuhan di provinsi Hubei karena tidak ada kasus baru COVID-19.

Kota berpenduduk 10 juta jiwa itu telah melarang semua orang asing masuk ke wilayahnya. Awal bulan ini, kota Harbin memerintahkan karantina selama 28 hari bagi setiap orang yang datang dari luar negeri, dan menjalani serangkaian tes.

Lockdown diterapkan setelah ditemukannya kasus COVID-19 tanpa gejala di kota ini, membuat pemerintah setempat memutuskan untuk menerapkan lockdown selama 14 hari, dikutip dari Metro, Sabtu (25/4/2020).

Pemerintah kota Harbin mengatakan semua orang yang dikonfirmasi terpapar virus, yang masih dugaan, ataupun yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi harus menjalani karantina dan menjalani tes.

Satu klaster yang terdapat di Harbin berpusat pada seseorang berusia 87 tahun bernama Chen yang telah berada di rumah sakit sejak tanggal 2 April, beberapa hari setelah mengadakan makan malam dengan teman-teman anaknya.

Pada hari Selasa, Chen disebut telah menginfeksi sebanyak 78 orang, dengan 55 orang dikonfirmasi positif corona, meskipun 23 lainnya yang dites positif belum menunjukkan gejala.

Mereka yang terinfeksi sebagian besar adalah anggota keluarga, pasien rumah sakit dan keluarga mereka, serta para dokter dan perawat. Dari tujuh kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Selasa, empat di antaranya pernah berada bersama Chen di tempat yang sama, sedangkan tiga lainnya adalah tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit.

Virus tersebut telah menularkan beberapa orang di luar provinsi Heilongjiang. Otoritas kesehatan di provinsi Liaoning melaporkan pada 16 April, sebuah kasus yang dikonfirmasi adalah orang yang pernah berada di rumah sakit tempat Chen dirawat.

Pada hari Senin, bagian utara wilayah Inner Mongolia melaporkan kasus konfirmasi positif pada pasien yang juga pernah berada di rumah sakit yang sama dengan Chen, dan pasien dari Liaoning.

Harbin melaporkan tiga orang terinfeksi setelah tiba dari Rusia. Hingga kini, sebanyak 1.400 orang sedang berada dalam pantauan tim kesehatan setempat.

Provinsi Heilongjiang melaporkan 537 kasus, termasuk 470 yang sudah dipulangkan dari rumah sakit.
Sementara itu, Daratan China melaporkan 30 kasus baru COVID-19, dengan 23 di antaranya adalah kasus ‘impor’. Total kasus COVID-19 di China terdapat 82.788 kasus dan 4.682 korban meninggal.

Sumber Berita
viva.co.id

Baca Juga

Back to top button