Amerika Gelar Rapat Khusus dengan ASEAN, Bahas Apa Nih?

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengadakan pertemuan virtual dengan para menteri luar negeri ASEAN, termasuk Menlu RI Retno Marsudi pada  Kamis (23/4/2020) pukul 08:00 pagi waktu Jakarta.

Baca Juga

Dalam pertemuan bertajuk ASEAN-U.S. Foreign Minister Meeting on COVID-19 tersebut, para menteri membahas berbagai hal terkait perkembangan wabah virus corona (COVID-19) di kawasan serta respon negara-negara dalam menangani wabah tersebut.

“Pertemuan tadi diawali dengan briefing dari Sekretaris Jenderal (sekjen) ASEAN yang antara lain menyampaikan beberapa informasi,” jelas Retno pada wartawan.

“Jadi dalam briefing-nya Sekjen ASEAN menyampaikan beberapa informasi antara lain mengenai masalah data confirm cases yang ada di ASEAN. Per 22 April jumlah confirm cases di ASEAN adalah 33.295 dengan angka kematian 1.240.”

Lebih lanjut, Sekjen ASEAN juga membahas mengenai respon ASEAN terhadap wabah COVID-19 yang kata Retno sudah dilakukan sejak awal Januari. Selain itu, para Menteri Kesehatan ASEAN juga telah melakukan upaya untuk memperkuat semua mekanisme kerja sama terutama yang terkait dengan kapasitas untuk penanganan wabah.

“Usaha ASEAN di dalam memitigasi dampak dari COVID-19 juga telah ditekankan dalam berbagai macam pertemuan dan juga statements termasuk Declaration of the Special ASEAN Summit on COVID-19,” katanya.

“Di dalam biefing sekjen juga disebutkan bahwa untuk menjalankan keputusan-keputusan atau apa yang telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN maka juga telah disepakati pembentukan COVID-19 ASEAN Response Fund.”

Amerika Serikat sendiri disebut Retno telah membantu kawasan dengan memberikan kontribusi sebesar US$ 35,3 juta atau sekitar RP 530 miliar untuk kawasan. Di mana Indonesia secara khusus mendapat komitmen kerja sama dari AS senilai lebih dari US$ 3 juta.

Dukungan yang diberikan kepada Indonesia melalui berbagai lembaga itu diberikan antara lainnya untuk laboratorium, risk communicationsurveillance dan juga dalam bentuk penyediaan alat-alat kesehatan antara lain APD dan juga reagen untuk mendeteksi virus.

Retno juga mengatakan bahwa Indonesia telah secara khusus menekankan pentingnya bekerja sama di dalam pengembangan vaksin.

“Apabila vaksin sudah ada, sudah tersedia, maka Indonesia secara konsisten menekankan pentingnya aksesibilitas vaksin bagi negara berkembang dan negara least developed countries (LDCs) dengan harga yang terjangkau,” katanya.

“Jadi dua hal untuk vaksin, mengenai masalah aksesnya dan juga mengenai masalah harga yang terjangkau karena ini sangat penting bagi negara berkembang dan negara least developed countries.”

Sumber Berita
CNBC

Baca Juga

Back to top button