Corona Bisa Picu Perang Dunia, AS Tuduh China Manfaat Situasi Uji Coba Senjata Nuklir

Abadikini.com, BEIJING – Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menegaskan, China berkomitmen pada moratorium uji coba nuklir. Dia lalu mengatakan, Amerika Serikat (AS) membuat tuduhan palsu.

Kementerian Luar Negeri AS curiga bahwa China diam-diam melakukan uji coba senjata nuklir dengan daya ledak sangat rendah. Menurut kementerian tersebut, jika dugaan tersebut benar, maka Beijing berpotensi melanggar perjanjian internasional yang melarang uji coba senjata semacam itu.

“China selalu mengadopsi sikap bertanggung jawab, dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajiban dan janji internasionalnya. Kritik terhadap China sepenuhnya tidak berdasar, tanpa dasar, dan tidak layak untuk disangkal,” ucap Zhao, seperti dilansir Reuters pada Kamis (16/4/2020).

Sebelumnya, sebuah laporan terbaru Kementerian Luar Negeri AS, tentang kepatuhan terhadap kontrol senjata, nonproliferasi, dan pelucutan senjata, yang pertama kali diperoleh oleh Wall Street Journal pada Rabu pagi, menemukan bahwa China kemungkinan melanggar hukum internasional dengan melakukan tes senjata nuklir di wilayah barat laut negara itu yang menghasilkan daya ledak rendah.

Laporan kementerian itu tidak membuktikan kesalahan apa pun dari pihak China, tetapi masih mengibarkan “bendera merah”. Tidak disebutkan secara rinci tanggal dugaan uji coba senjata nuklir tersebut.

“Beberapa masalah kepatuhan dikemukakan dan beberapa temuan pelanggaran dibuat,” bunyi laporan tersebut.

Para pejabat Kementerian Luar Negeri AS menulis bahwa China telah mempertahankan “aktivitas tingkat tinggi” di situs Lop Nur pada 2019, dan bisa berusaha untuk mengoperasikannya sepanjang tahun ke depan. Juga disebutkan penggunaan ruang penahanan bahan peledak di China, evakuasi ekstensif di lokasi itu dan kurangnya transparansi dalam uji coba nuklir sebagai alasan untuk meningkatkan kecurigaan.

Sumber Berita
Sindonews

Baca Juga

Back to top button