Pasien Terinfeksi Covid-19 Terus Bertambah, Legislator PBB Ini Desak Pemkab di Madura Perketat Pintu Masuk

Abadikini.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah merilis perkembangan penyebaran wabah Covid-19 di Surabaya, Kamis (9/4/2020) malam.

Alhasil, jumlah orang terinfeksi bertambah 27 orang atau sudah 223 orang. Rinciannya, 57 orang sembuh, 149 dirawat, 17 orang meninggal dunia.

Salah satu orang yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 berasal dari Kabupaten Bangkalan.

Dengan begitu, di Pulau Madura bertambah menjadi tiga orang. Rinciannya, satu orang dari Pamekasan dan satu lagi atau yang terbar, dari Bangkalan.

Keduanya saat ini sedang menjalani isolasi dirawat di rumah sakit. Sedangkan satu pasien terinfeksi Covid-19 sebelumnya, telah meninggal, yakni pasien dari Pamekasan .

Mengenai pasien terinfeksi Covid-19 yang terbaru di Bangkalan, seperti yang dijelaskan Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein, osebelumnya telah menjalani isolasi di RSUD Syamrabu, Bangkalan.

“Iya positif, yang Blega, diimumkan jam 5 sore. Sudah diisolasi, tentu dilanjutkan penanganannya, tidak perlu dipersiapkan lagi, tapi dilanjutkan, Kan dari pengumuman provinsi, sudah otomastis zona merah ,” terangnya kepada Kabar Madura, Kamis (9/4/2020) malam.

Mathur Husyairi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Bulan Bintang (PBB)

Kian bertambahnya pasien terinfeksi Covid-19 di Madura, Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jatim Mathur Husyairi meminta mobilitas keluar masuk Pulau Garam segera diperketat.

Legislator Partai Bulan Bintang (PBB) ini mencontohkan, pasien terinfeksi Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Pamekasan, sebelumnya melakukan perjalanan dari Malang.

Guna memperketat mobilitas keluar masuk Pulau Madura, wakil rakyat asal Kabupaten Bangkalan ini mendesak bupati di 4 kabupaten di Madura segera duduk bersama, terutama di pintu masuk Madura, atau jembatan Suramadu.

“Yang bertanggung jawab mengisolasi diri, menjaga diri, iya kabupaten setempat. Makanya, saya minta empat kabupaten ini bupatinya duduk bareng. Orang datang, mereka diminta untuk isolasi mandiri, apa-apaan ini. Saya desak lah empat kabupaten ini duduk bareng menangani pintu Suramadu. Kan yang masuk Madura bukan hanya orang Bangkalan. Kecuali lewat kapal atau perahu. Sebelum semakin melebar,” ucapnya. Kepada Kabar Madura, Kamis (9/4/2020) malam.

Sementara, Anggota Komisi C DPDR Jatim M Nashi Aschal mendesak Pemprov Jatim segera mendesak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan bantuan kebutuhan medis terhadap rumah sakit rujukan, pasca-Pulau Madura bertambah orang terinfeksi Covid-19.

“Pemerintah hadir terjadap apa yang dibutuhkan secara medis oleh tim dokter. Saya harap nanti, ada trasnparansi ada kejelasan ke mana saja anggaran yang dibuat (direlokasikan) oleh Ibu Gubernur itu. Khusus untuk kebutuhan medis, menjadi paling mendasar itu yang harus diutamakan, terutama kebutuhan rumah sakit yang menjadi rujukan,” tutupnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close