Masih Dalam Pengerjaan, Ini Aplikasi Digital Anti Covid-19 Buatan Prancis

Aplikasi buatan Prancis akan menelusuri rantai penularan dan jalur infeksi Covid-19.

Abadikini.com, PARIS – Pemerintah Prancis akan meluncurkan aplikasi digital untuk memerangi pandemi virus corona tipe baru, atau Covid-19. Menteri Urusan Digital, Cedric O mengatakan, aplikasi StopCovid bertujuan untuk membantu membatasi penyebaran virus corona dengan menelusuri rantai penularan dan jalur infeksi.

Menurut Cedric, aplikasi tersebut masih dikembangkan dan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk diselesaikan. Selain itu, dia menambahkan, pemerintah sedang mempertimbangkan opsi untuk mengembangkan alat deteksi bagi 13 juta warga yang tidak memiliki perangkat digital.

“Kami tahu bahwa ada kesenjangan digital di Prancis. Kami sedang memikirkan untuk menyebarkan lebih banyak smartphone atau membantu orang mendapatkannya,” kata Cedric, dilansir Anadolu Agency, Jumat (10/4/2020).

Pengunduhan aplikasi terebut bersifat sukarela dan dapat dihapus kapan saja. Aplikasi StopCovid akan dihapus setelah krisis virus corona berlalu. Cedric mengatakan, proyek aplikasi ini merupakan buatan gabungan dari Prancis, Jerman, dan Swiss yang dipimpin oleh Institut Nasional Perancis untuk Penelitian dalam Ilmu Komputer dan Otomasi.

Aplikasi tersebut menggunakan teknologi Bluetooth dengan transmisi melalui frekuensi jarak pendek antara pengguna ponsel. Aplikasi tersebut akan menelusuri kembali pergerakan seseorang selama beberapa hari sebelumnya, dan tidak ada data pengidentifikasi geografis yang disertakan dalam proses tersebut. Cedric memastikan, perlindungan data pribadi pengguna aplikasi dapat dijamin dengan aman.

“Sudah menjadi tradisi Prancis bahwa ada kewaspadaan yang sangat kuat pada pertanyaan data pribadi dan kebebasan publik. Peran saya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan dalam kerangka penghormatan terhadap data pribadi,” kata Cedric.

Prancis saat ini memiliki lebih dari 83.000 kasus virus corona, dengan jumlah kematian lebih dari 10.800, dan lebih dari 21.400 pemulihan. Sementara, secara global virus ini telah menginfeksi 1,5 juta orang dengan lebih dari 89.700 kematian dan lebih dari 337.000 telah pulih.

Sumber Berita
Republika

Baca Juga

Back to top button