Gara-gara Corona, Arab Saudi Sepakati Gencatan Senjata 14 Hari dengan Milisi Houthi

Abadikini.com,  RIYADH – Arab Saudi, pada Rabu 8 April mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan pemberontak Houthi di Yaman. Gencatan senjata berlaku mulai Kamis 9 April setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan diakhirinya kekerasan di tengah pandemi virus korona.

Proposal itu akan menghentikan semua serangan melalui udara, darat dan laut dan dapat membuka jalan bagi perundingan jangka panjang untuk mengakhiri perang selama hampir lima tahun itu.

Perang yang saudara yang kemudian diintervensi oleh Arab Saudi dan koalisinya, telah mengakibatkan krisis kemanusiaan bagi jutaan orang dan menyebabkan lebih dari 100.000 orang tewas.

“Saran PBB muncul ketika Arab Saudi bergulat dengan 2.932 kasus virus korona dan sudah menyebabkan 41 kematian. Yaman adalah salah satu dari sedikit negara yang belum melaporkan kasus covid-19,” lapor Fox News, Kamis (9/4/2020).

“Tetapi para pejabat khawatir bahwa negara yang porak-poranda akan berada dalam bahaya serius jika mereka diserang oleh wabah virus,” imbuh laporan itu.

Sementara Kongres di Amerika Serikat (AS) telah mencoba untuk menangguhkan dukungan terhadap koalisi pimpinan Arab Saudi. Tetapi hal itu tidak berhasil, ketika kelompok koalisi terus membombardir pasukan Houthi, yang didukung oleh Iran.

Kekerasan sebagai hasil dari perang proksi tampaknya surut di Yaman setelah kedua kelompok terlibat dalam pembicaraan pintu belakang akhir tahun lalu. Tetapi kemungkinan kesepakatan damai terganggu oleh ledakan bom baru-baru ini di wilayah tersebut.

Sumber Berita
Medcom.id

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button