Selama Wabah Corona, Umat Yahudi Dilarang Beribadah Cium Tembok Ratapan

Abadikini.com, YERUSALEM –  Umat Yahudi dilarang mencium Tembok Ratapan atau Tembok Barat demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Larangan itu muncul karena masih banyak jamaah datang ke Tembok Ratapan meski ada larangan dari Pemimpin Rabi Israel.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, disebut Tembok Ratapan karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.

Tembok Ratapan adalah tempat peribadatan paling sentral dan sakral dari puncak spiritualitas keyakinan Yahudi dan persatuan bangsanya. Tembok itu berada di Yerusalem yang dibangun Raja Herodes 2.000 tahun lalu. Namun dihancurkan Romawi pada 70 Masehi karena orang-orang Yahudi memberontak.

Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanyalah 60 meter. Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam “Shekhinah” (kehadiran Ilahi). Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan.

Mencium tembok itu bukanlah persyaratan ritual, tetapi beberapa orang Yahudi yang taat melakukannya, percaya itu menunjukkan penghormatan kepada Tuhan.

“Jangan cium Tembok Barat,” intruksi Shmuel Rabinowitz, seperti dilansir dari Reuters.

“Para jamaah harus menjaga jarak satu sama lain dan mematuhi praktik kebersihan yang disyaratkan,” katanya.

Di bagian atas Tembok Ratapan terdapat Temple Mount, kuil tersuci bagi umat Yahudi. Bagi umat muslim, kompleks yang sama disebut sebagai Haram al-Sharif, tempat tersuci ketiga dalam Islam setelah Mekkah dan Madinah.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close