Soraya Larasati Cerita Detik-detik Saat Pengendara Motor Sentuh Dadanya Lalu Kabur

Abadikini.com, JAKARTA – Kejadian tak menyenangkan dialami oleh artis cantik Soraya Larasati. Ia baru saja menjadi korban pelecehan seksual. Kejadian tersebut bahkan terjadi di tempat yang terbilang banyak orang.

Semua itu diceritakan Soraya di laman instagramnya. Kala itu, artis kelahiran Jakarta, 11 Juni 1986 itu tengah melakukan aktivitas lari di kompleks rumahnya seperti biasa.

Tiba-tiba, Soraya merasa mendapatkan ‘tamparan’ hebat. Soalnya, sebuah kejadian yang tak pernah disangka akan terjadi padanya. Soraya menjadi korban pelecehan seksual.

Hari ini banyak pelajaran yang diambil. Dari berlari long run sekitaran komplek perumahan yang biasanya aman sentosa tidak pernah ada masalah. Menjadi ‘perhatian’ besar buat aku dan sekaligus ‘tamparan’,” jelas Soraya di instagram.

Di tengah wabah covid-19 yang mengharuskan kita untuk #dirumahaja. Ternyata bukan hanya untuk melindungi kesehatan kita. Tapi melindungi kita dari tindakan kriminalitas yang ternyata makin meningkat,” lanjutnya.

Soraya menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Saat itu ia sedang lari pagi di tempat yang sebenarnya cukup banyak orang. Tiba-tiba saja, bagian dada nya dipegang oleh orang tak dikenal.

Yang dalam situasi pagi hari di jam 7 pagi. Tempat umum dan banyak lalu lalang kendaraan. Walaupun tidak serame pada umumnya minggu pagi. Ternyata pagi ini saya mendapatkan ketidaknyamanan dizalimi pengendara motor asing dengan helm full face,” jelasnya.

Saya merasa mendapat perlakuan pelecehan seksual dari pengendara motor yang dengan sengaja menyentuh bagian dada saya kemudian langsung kabur begitu saja,” lanjutnya.

Artis yang memulai kariernya dengan menjadi Finalis Gadis Sampul tahun 2001 itu begitu terkejut. Ia sampai tak sempat memotret plat nomor kendaraan yang melakukan kejahatan tadi.

Hit and Run. Tanpa sempat saya foto plat nomor kendaraannya. Karena shock bangett. Dalam kondisi berlari. Jadi saya fokus aja gt. Tiba2 ada yang mencomot bagian dada saya dari belakang,” terang dia.

Kejadian itu berlangsung di daerah Bintaro, Jakarta. Soraya kemudian mengimbau kepada para wanita untuk selalu waspada karena kejadian ini tentu bisa menimpa pada siapa saja.

Tepatnya lokasi di sektor 5 bintaro depan stan. Di situ padahal ada lalu lalang kendaraaan. Yang menjadi perhatian. Kejadian ini bisa terjadi sama siapa saja. Padahal saya berhijab dan berpakaian longgar,” papar Soraya.

Kebetulan saya juga sebenarnya lari sama suami dan teman. Tapi memang krn kesiangan larinya. Jadi rencana ketemuan di tengah2. Mereka kebetulan tidak berada bersama saya pas kejadian,” lanjutnya.

Kata Soraya, ini merupakan pengalaman yang sangat berbahaya. Meski begitu, Soraya tak berniat untuk menuntut apa-apa dari pelaku aksi pelecehan itu.

Ini pengalaman yang menurut saya berbahaya sekali. Mengigat kita wanita. Dan bisa saja tindakan kriminalitas ini menjadi meningkat sampai level yang astagfirullah kita takut untuk membayangkannya,” kata Soraya.

Saya tidak niat menuntut apa2 dari pelaku. Karena azab Allah pasti nyata. Saya doakan semoga diberikan hidayah karena azab Allah sangat pedih. Jadi pesan moral buat para runners. Lebih baik berolahraga di rumah,” terangnya.

Ia pun mengimbau untuk yang suka melakukan olahraga lari untuk sebisa mungkin melakukannya di rumah. Jika akan melakukannya di luar rumah, sebaiknya tetap ada yang menemani.

Ataupun mau di luar komplek, sebisa mungkin lawan arus kendaraan supaya bisa lebih waspada dan sebaiknya ditemani mahram. Untuk bisa melindungi diri,” tutupnya.

Sumber Berita
MDK
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close