Bupati Alor Perintah Sekda Periksa PNS yang Jemput Hamid LIDA, Jika Terbukti Pecat!

Abadikini.com, KALABAHI – Bupati Kabupaten Alor, Provinsi NTT, Amon Djobo geram mendapat laporan ada sejumlah oknum PNS yang ikut konvoi dalam penjemputan Eks LIDA 2020 Hamid Haan di Bandara Mali, di tengah wabah covid-19. Bupati menegaskan, ia sudah memerintahkan Pj Sekda Alor Yustus Dopong Abora, untuk memeriksa PNS tersebut dan beri sanksi. Bila perlu dipecat.

“Pegawai Negeri yang pigi jemput (Hamid) di Bandara tanpa seizin pemerintah itu tadi saya perintah (Sekda), periksa, pecat. Saya suruh periksa dan kasih hukuman disiplin berat itu. Pecat,” kata Amon kepada wartawan usai gelar rapat kilat bersama pimpinan OPD di Kalabahi, Senin (6/4/2020) seperti dilansir dari tribuanapos.

Pasalnya kata Amon, dalam rapat Muspida disepakati bahwa yang menjemput Hamid hanya Tentara dan Polisi. ASN tidak diizinkan menjemput Hamid untuk menghindari kerumunan orang di tengah wabah virus corona (covid-19).

“Karena kita sudah rapat Muspida. Rapat Muspida itu Tentara dengan Polisi yang pigi jemput, bukan kita (Aparatur Sipil Negara) ko?” ujarnya.

Amon menjelaskan, perbuatan sejumlah oknum ASN tersebut dapat dipastikan melanggar kebijakan negara dan daerah dalam penanganan virus corona. bahkan kata dia, sikap ASN seperti itu dinilai membangkan keputusan Presiden, keputusan Gubernur NTT dan keputusan Bupati Alor tentang penanganan covid-19 di tanah air.

“Ini masalah bangsa. Masalah negara. Jadi ASN yang melawan, copot. Copot itu. Saya perintah Sekda tadi segera periksa manusia model begitu, datang saya tanda tangan copot. Kalau kepala dinas yang ikut, copot jabatan, staf ASN pecat saja,” tergas Amon geram.

Bupati Alor, Amon Djobo

terkait dengan kehadiran Camat Deberina Lelang, Amon mengatakan, kehadiran camat hanya membantu Polri untuk kepentingan pengamanan Hamid. Oleh sebab itu Camat Debrina dipastikan tidak akan ikut diperiksa.

“Camat itu saya sudah lihat videonya, dia dengan Kapolsek sudah pigi di rumahnya (Hamid), minta, bongkar teng. Mereka bilang tenda ini dirubuhkan, kalau tidak bongkar maka kami ini sudah pasti dicopot dari jabatan. Camat juga kasitahu keluarganya, dia (Hamid) datang pun hanya keluarga inti saja yang terima. Kemudian dia harus dikarantinakan selama dua minggu. Beliau (camat) ke Bandara itu juga hanya untuk amankan suasana itu. Maka itu camat saja yang lolos. Tapi yang lain-lain yang ada bawa megafon kiri kanan itu saya suruh periksa semua itu. Saya suruh periksa dan pecat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberikan Abadikini.com, Sabtu (4/4/2020) lalu. Luar Biasa, Ribuan masyarakat Alor NTT menyambut kepulangan Hamid Lida 2020 di kampung Halaman nya di Alor pada Ahad 4 April 2020.

Seperti diketahui Hamid Lida merupakan perwakilan dari NTT asal Alor yang tersisih di Grup 1 Top 12 Besar Lida 2020.

Dukungan masyarakat Alor-NTT terhadap Hamid LIDA begitu besar. Sampai-sampai, masyarakat alor dan NTT menggalang koin dukungan untuk SMS dan Vote Hamid.

Tak hanya itu, bahkan diberbagai tempat di Alor dan NTT, kerap digelar acara nonton bareng (nobar) menyaksikan penampilan Hamid di ajang LIDA Indosiar 2020.

Meski hanya sanggup menembus 12 Besar Liga Dangdut Indonesia, masyarakat Alor-NTT tak kecewa dengan Hamid LIDA.

Sebagai wakil dari NTT khususnya Alor, Hamid LIDA dianggap sudah memberikan penampilan terbaik.

Pantauan Abadikini.com, Hamid LIDA disambut bak selebritas saat turun dari pesawat hingga diantar oleh Polres Alor sampai di kampung halaman Hamid Lida di Alila, Kecamatan Alor Barat Daya (Abal).

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close