Wow… Mike Tyson Raup Keuntungan Rp10 Miliar per Bulan dari Bisnis Ganja di AS

Abadikini.com, JAKARTA – Mantan petinju dunia, Mike Tyson, mendapat US$500 ribu atau setara Rp10 miliar per bulan dari bisnis ganja yang dijalaninya di Amerika Serikat (AS).

Sempat bangkrut setelah menjalani masa pensiun, Tyson banting setir ke dalam bisnis ganja. Bisnis itu dilakukan setelah negara bagian California melegalkan ganja.

Usaha Tyson semakin maju setelah beberapa negara bagian lain juga mulai melegalkan ganja. Total sudah 11 negara bagian melegalkan ganja sebagai kebutuhan hiburan selain medis.

Selain California, negara-negara bagian tersebut antara lain Alaska, Colorado, Illinois, Maine, Maine, Massachusetts, Michigan, Nevada, Oregon, Vermont, dan Washington.

Tyson terus mengembangkan usaha ganjanya tersebut di bawah perusahaan Tyson Holistic. Perusahaannya itu terus menciptakan produk-produk ganja berkualitas tinggi dari yang diisap, dimakan, hingga ekstrak.

Dilansir dari Daily Star via CNN, Tyson ingin mendominasi bisnis ganja dan berambisi mengembangkannya menjadi nomor satu di Amerika Serikat.

Si Leher Beton berencana membuat resort marijuana terbaik di negeri Paman Sam sekaligus membuat universitas demi mengembangkan perkebunan dan produksi ganjanya.

Dia bahkan menginvestasikan banyak uang di perusahaannya untuk menciptakan Cannabidol (CBD) dalam bentuk cairan berkualitas tinggi untuk keperluan medis. Tyson mengatakan, CBD amat berguna bagi mereka untuk melawan kecanduan opium.

“Saya sudah berjuang selama 20 tahun dan tubuh saya amat menderita [karena opium]. Saya menjalani dua kali operasi dan menggunakan marijuana untuk menenangkan syaraf dan itu bisa menghilangkan rasa sakit.”

“Sebelumnya, mereka memberikan saya opium dan itu amat menghancurkan hidup saya,” ujar Tyson seperti dikutip dari Daily Star.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close