Viral, Wali Kotanya Ngaku Tak Takut Corona, Prabumulih Kini Masuk Zona Merah Covid-19

Abadikini.com, PRABUMULIH – Viral di media sosial terkait ucapan Walikota Prabumulih, Ridho Yahya yang mengatakan tidak akan meliburkan Sekolah dan ASN disaat merebaknya virus corona atau Covid-19. Akhirnya empat warganya positif virus corona dan masuk dalam zona merah penyebaran virus covid-19 transmisi lokal.

Dalam video berdurasi 02 menit 08 detik itu Walikota Prabumulih mengatakan adanya penelitian bahwa dengan meliburkan anak sekolah dan pegawai virus corona akan pergi, karena penyakit harus dihadapi.

“Ngapo kito takut ngadepinnyo? Besok kito akan mengumpulkan pegawai untuk berdoa agar Prabumulih terhindar bukan dari Corona bae tapi dari segala penyakit. Yang penting itu minta sama Tuhan, bukan lari dari kenyataan,” jelasnya.

Ridho pun menjelaskan bahwa tak ada masalah untuk melayat ke jenazah yang meninggal dunia karena positif Corona.

Sementara, Kabag Humas Protokol Pemkot Prabumulih, Jerry Zahri Desta, menanggapi maraknya video itu tersebar mengatakan, bahwa pernyataan dalam video itu sebelum adanya kasus positif di Sumsel maupun Kota Prabumulih sendiri. Selain itu, berdasarkan instruksi Kemendikbud untuk daerah dalam kategori rendah tetap diperkenankan tidak meliburkan sekolah.

“Itu video lama, dan setelah beberapa hari ada kasus positif di Sumsel, kita langsung liburkan sekolah sesuai instruksi pusat. Jadi bukan kita tidak mematuhi Pemerintah Pusat,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2020)

Bahkan, saat ini, kata Jerry, sudah ada tiga posko dalam penanggapi virus corona di Kota Prabumulih. Selain itu tim gugus tugas sudah berupaya maksimal dalam melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan disinfektan, serta pembagian 15 ribu masker kepada masyarakat.

“Untuk anggaran sendiri sudah disiapkan sekitar Rp 15 miliar untuk menanggulangi masalah ini,” katanya.

Satgas Penanggulangan COVID-19 Sumatera Selatan (Sumsel) angkat bicara tentang kabar di media sosial yang menyebut Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) karena melayat seseorang yang meninggal positif COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Sumsel, Yusri menjelaskan bahwa untuk orang yang melayat seseorang yang meninggal karena positif terjangkit virus corona (COVID-19) tidak akan ada masalah dengan mayatnya. Karena mayat telah diurus dan dibungkus sesuai protokol kesehatan.

Namun yang harus dipahami dan dipatuhi, lanjut Yusri, dalam melayat pasien yang meninggal jangan terlalu ramai dan sebaiknya menggunakan masker. “Kenapa? Karena bisa saja salah satu dari pelayat itu ada penyakit, jadi bukan dari mayatnya. Petugas yang memakamnya juga dengan alat pelindung diri atau APD,” kata Kasi Surveilance dan Imunisasi Sumsel ini.

Diketahui update per 5 April 2020, di Sumsel kasus positif corona telah mencapai 16 pasien dengan 2 di antaranya meninggal dunia.

Sumber Berita
okezone
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close