5 Jenis Usaha yang Semakin Melaba Saat Virus Corona Merajalela

Abadikini.com, JAKARTA – Pemerintah telah memberlakukan kebijakan jaga jarak atau physical distancing untuk menekan angka penyebaran virus corona. Sebagian masyarakat yang usahanya bergantung pada keramaian terkena dampak dari situasi yang sekarang ini terjadi.

Banyak pedagang yang jualannya tidak laku akibat tidak ada pembeli datang. Tidak sedikit bisnis terancam gulung tikar.

Meski demikian, ada usaha yang justru makin kinclong saat kondisi pandemi global ini. Usaha apa saja yang laris-manis saat kebijakan social distancing diberlakukan?

Dikutip dari Cek Aja, Rabu (1/4/2020), kebijakan jaga jarak telah mengubah kebiasaan masyarakat. Aktivitas di luar kini tidak banyak dilakukan.

Kegiatan sekolah dan kerja dilakukan dari rumah secara online. Kecuali mereka yang kebetulan ada keperluan mendesak barulah diperbolehkan untuk keluar rumah, seperti untuk belanja bahan pokok.

Apa yang kini sangat dibutuhkan, di situlah ladang keuntungan bagi pemilik usaha tersebut. Selain masker dan hand sanitizer, usaha-usaha berikut ini juga tetap bertahan, malah semakin laris diburu oleh masyarakat.

Berikut ini adalah daftar bisnis yang moncer selama kebijakan social distancing diberlakukan.


1. Apotek / Toko Obat

Salah satu usaha yang laris saat physical distancing ini adalah apotek. Demi membentengi tubuh dari penularan Covid-19, orang-orang tentunya membutuhkan beragam produk kesehatan.

Kebutuhan yang dicari orang saat ini yaitu masker, obat-obatan hingga vitamin untuk meningkatkan imun tubuh. Beberapa waktu lalu, pembelian masker di sejumlah apotek di Indonesia meningkat sejak virus corona masuk.

Obat seperti chloroquine atau pil kina pun kosong. Kalaupun ada, harganya naik drastis.


2. Jasa Ekspedisi

Kekhawatiran akan terjangkit virus corona, menjadikan banyak orang mulai mengubah banyak kebiasaan. Semisal, kegiatan belanja berbagai kebutuhan kini dilakukan secara online.

Hal ini berdampak positif pada jasa ekspedisi yang kian diincar jutaan konsumennya.

Upaya jasa ekspedisi Ninja Xpress mengantisipasi serta meminimalisir hal tersebut adalah dengan memperluas jangkauan wilayah layanan on-demand. Dari yang tadinya menjangkau Pulau Jawa saja, kini menjadi ke seluruh wilayah Indonesia.

Praktis, para pelaku usaha di sektor logistik lainnya pun makin ketiban untung.

3. Tukang Sayur

Sayur-sayuran kini juga makin diburu orang. Alasannya, masyarakat mulai peduli dengan gaya hidup kesehatan. Rutin mengkonsumsi sayuran diyakini bisa menjaga tubuh dari serangan penyakit termasuk Covid-19.

Kebijakan pemerintah terhadap warganya saat ini dirasakan oleh salah satu pedagang sayur di Kompleks Puri Ganda Asri, Bogor, Jawa Barat. Setelah ada physical distancing, omsetnya meningkat hingga 75 persen.

CEO dan Founder Etanee, Cecep Wahyudin, mengatakan pemesanan produk pertanian di marketplace justru semakin melonjak tajam.

4. Swalayan

Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat ramai-ramai memborong sembako karena panic buying akibat virus corona di Indonesia. Untuk menjaga komoditi tetap tersedia, pemerintah akhirnya membatasi penjualan di setiap swalayan.

Empat bahan pokok yang dibatasi pembeliannya di toko swalayan yaitu beras maksimal 10 Kilogram (Kg), gula maksimal 2 kg, minyak goreng maksimal 4 liter, mie instan maksimal 2 dus.

Dengan adanya aturan tersebut, orang-orang malah lebih sering berbelanja kebutuhan sembako mereka. Swalayan pun menjadi tempat yang langganan disambangi orang-orang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Apalagi kini dengan terus berdiam di rumah memungkinkan orang jadi lebih konsumtif, sehingga stok makanan harus terus ada.


5. Rempah-rempah dan Ramuan Herbal

Akibat pasien virus corona yang terus bertambah hingga ribuan, kini banyak orang yang berupaya meningkatkan kekebalan tubuh lewat mengonsumsi jamu herbal seperti empon-empon. Hal ini membuahkan keuntungan tersendiri bagi penjual rempah-rempah sebagai bahan pembuatan minuman tradisional tersebut.

Penjual rempah-rempah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengalami kenaikan omset 100 kali lipat dibanding hari biasanya. Di Pasar Kota Bojonegoro, ada salah satu penjual rempah-rempah yang mengaku biasanya sehari hanya mampu menjual 1-2 kg rempah-rempah.

Penjualannya meningkat drastis sejak virus corona mewabah. Ia bisa menjual 30 hingga 40 kg. Rempah-rempah yang banyak diburu antara lain jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, cengkeh, serai, dan gula merah.

Sumber Berita
Dream.co.id
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close