Baru Terima 2.000 dari Pusat, NTT Masih Kekurangan 65.340 Set APD

Abadikini.com, KUPANG – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani pasien terjangkit virus korona di Nusa Tenggara Timur (NTT) tiga bulan ke depan mencapai 65.340 set. Namun, sampai Rabu (1/4/2020), baru terkumpul 2.000 set, itu pun bantuan dari pemerintah pusat yang dikirim dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 500 set dan tahap kedua 1.500 set. Untuk memenuhi kekerungan APD, Pemprov NTT telah memesan dari sejumlah tempat.

“Tetapi kita belum memastikan kapan pesanan APD datang karena saat ini seluruh Indonesia juga butuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr Dominikus Mere.

Dia mengatakan APD yang diterima NTT sudah didistribusikan ke 22 rumah sakit dan satu kantor dinas kesehatan di Kabupaten Manggarai Timur. Karena kebutuhan APD sangat besar, tambah dokter Dominikus, seluruh kabupaten dan kota juga diminta melakukan pengadaan APD.

“Kabupaten juga harus menyiapakan strategi penanggulangan manakala terjadi peningkatan status dari orang dalam pemantauan (ODP) menjadi pasien dalam pengawasan (PDP),” ujarnya.

Menurutnya, sesuai penjelasan para bupati lewat teleconference bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat, rumah sakit di kabupaten sudah menyiapkan ruang isolasi dengan jumlah bervariasi, terdiri dari ruang isolasi bertekanan negatif dan ruas isolasi non bertekanan negatif. Rumah sakit di kabupaten dan kota juga harus menyiapkan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh pasien seperti tabung oksigen serta dokter perawaat yang sebelumnya telah mengikuti on the job trainning penanganan pasien korona.

Pekan lalu, Pemprov NTT mengumpulkan puluhan dokter, perawat, dan kepala dinas kesehatan dari seluruh kabupaten untuk mengikuti pelatihan penanganan pasien virus korona di Rumah Sakit WZ Johannes Kupang. Namun, menurut dokter Dominikus, ada kabupaten yang tidak mengirim perwakilan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Akibatnya tim dari provinsi yang akan turun ke kabupaten untuk berikan pelatihan,” ujarnya.

 

Sumber Berita
Media Indonesia
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close