Kegiatan Jamaah Tablig Dinilai Turut Berkontribusi Menyebarkan Virus Corona ke Berbagai Negara

Abadikini.com, NEW DELHI – Tabligh akbar di India yang dihadiri ribuan orang, diduga berkaitan dengan lusinan kasus baru virus corona dan beberapa korban meninggal.

Acara besar keagamaaan ini digelar di pusat agama Islam Nizamuddin di sebelah barat Delhi.
Dilansir dari AFP, beberapa peserta kembali ke negara bagian setelah acara, tetapi banyak yang terjebak tidak bisa pulang karena transportasi umum ditutup sesuai peraturan lockdown.

Pada Senin (30/3/2020) dan Selasa sore (31/3/2020) jalanan di dekat Nizamuddin didatangi para petugas dengan baju hazmat.

Lebih dari 1.000 orang dibawa polisi dengan bus, lalu 335 orang dirawat di rumah sakit dan sisanya dikarantina.

Keterangan itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Delhi Satyendar Jain, dikutip dari AFP.

Setidaknya 10 peserta, termasuk 6 di negara bagian Telangana selatan dan 3 di Delhi, meninggal akibat Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, kata pihak berwenang.

Media Press Trust of India menyebutkan, sekitar 8.000 orang memgambil bagian dalam acara tersebut.

Kemudian pejabat Telangana mengatakan setidaknya 1.000 peserta berasal dari negara bagian mereka.

Menyebar ke negara bagian lain

Kasus di negara bagian dan teritori lain juga dikaitkan dengan pertemuan tersebut.

Pejabat Delhi memperkirakan hampir 300 orang asing menghadiri pertemuan itu, menurut laporan dari Press Trust of India.

Saat ini keberadaan mereka masih dilacak.

“Sebuah kejahatan berat telah dilakukan,” kata Jain tentang acara itu, yang terjadi ketika pemerintah Delhi menerapkan pembatasan pertemuan besar sejak 13 Maret.

Namun, panitia acara menegaskan telah mengikuti aturan.

Para peserta dikabarkan telantar setelah transportasi umum dihentikan jelang lockdown nasional pada 25 Maret.

“Kami selalu menanggapi masalah ini dengan serius, kami telah menghubungi pihak berwenang untuk mengatur transportasi bagi para peserta,” kata Musharraf Ali seorang peserta, saat ditanya wartawan pada Selasa (31/3/2020).

Belum diketahui apakah beberapa kasus virus corona di India juga terkait dengan jemaah tabligh akbar di Malaysia yang berlangsung pada 27 Februari sampai 1 Maret lalu.

Di Malaysia sendiri sekitar setengah dari 2.626 kasusnya terkait dengan acara yang dihadiri 16.000 orang itu, di antaranya adalah 1.500 warga negara asing.

 

Sumber Berita
Kompas.com

Baca Juga

Back to top button