Arab Saudi Alami Panic Buying, Terungkap 5 Juta Masker Ditimbun di Tengah Wabah Corona

Abadikini.com, RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menyita lebih dari lima juta masker medis yang ditimbun secara ilegal di tengah pandemi virus corona jenis baru, COVID-19.

Kementerian Perdagangan setempat menyita 1,17 juta masker dari sebuah toko swasta di Hail, barat laut Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Langkah kementerian ini hanya berselang beberapa hari setelah pihak berwenang pada Rabu pekan lalu menyita lebih dari 4 juta masker yang ditimbun di sebuah fasilitas di kota Jeddah barat.

Mengutip kantor berita negara Arab Saudi, SPA, Senin (30/3/2020), penimbunan lebih dari 5 juta masker medis itu melanggar peraturan komersial.

Kementerian Perdagangan mengatakan orang-orang di balik kegiatan ilegal tersebut akan dituntut di pengadilan. Jutaan masker yang disita akan didistribusikan kembali ke pasar umum.

Apotek di kerajaan kaya minyak telah melaporkan kekurangan masker di tengah panic buying, karena pihak berwenang memperingatkan terhadap kenaikan harga.

Arab Saudi berusaha keras untuk membatasi penyebaran virus corona baru di dalam negeri.

Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi telah melaporkan 1.299 orang terinfeksi dengan 8 di antaranya telah meninggal. Sebanyak 66 pasien telah disembuhkan.

Negra yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini telah memberlakukan jam malam parsial, di mana orang-orang dilarang masuk dan keluar di tiga kota, yakni Riyadh, Makkah dan Madinah.

Berselang beberapa hari kemudian, Jeddah juga memberlakukan aturan serupa. Pergerakan orang-orang di semua provinsi di Arab Saudi juga dibatasi.

Raja Salman telah memperingatkan pada pekan lalu bahwa perjuangan melawan COVID-19 akan mengalami masa-masa sulit karena kerajaan menghadapi pukulan ekonomi ganda dari isolasi yang disebabkan oleh COVID-19 dan jatuhnya harga minyak.

Sumber Berita
Sindonews
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close