1.364 WNI Pulang ke Indonesia Lewat Batam, Malaysia Lockdown Setengah Hati?

Abadikini.com, BATAM – Di tengah gejolak merebaknya wabah corona virus (Covid-19), ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara Malaysia berbondong-bondong pulang ke Indonesia melalui Batam.

Tercatat hingga dua hari terakhir, Kamis (26/3/2020) ada sebanyak 1.364 WNI masuk ke Batam melalui pelabuhan Internasional Batam Center dan Harbour Bay Batam.

Dibanding hari sebelumnya, yakni Rabu (25/3/2020) jumlah penumpang ferri internasional tercatat sebanyak 1.086 orang penumpang.

Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 309 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Batam, Anina, Jumat (27/3/2020).

Sejumlah TKI dan WNI yang dideportasi sedang berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (21/3/2020) pagi WIB.

Sejumlah TKI dan WNI yang dideportasi sedang berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (21/3/2020) pagi WIB. (Dok. Dishub Kalbar)

“Dari data yang kita terima dari semua pos pelabuhan, itu merupakan data akumulasi, terjadi peningkatan jumlah WNI yang masuk ke Batam,” ujar Anina.

Adapun Warga Negara Indonesia yang masuk ke Batam itu, merupakan warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia.

“Jadi warga kita yang bekerja di sana, baik mereka yang berdagang dan TKI kembali ke Indonesia. Lewat pintu pelabuhan, sebab Malaysia sudah lockdown,” terang Anina.

Untuk data per Jumat (27/3/2020) hari ini, Anina mengaku akan memberi kabar lagi.

“Belum direkap datanya,” katanya.

Lewat Tanjungpinang

Sebanyak 140 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri menjalani pemeriksaan kesehatan Covid-19.

Anggota Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri) Niko mengatakan, informasi tersebut ia peroleh dari Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang.

“Info dari Kadinkes Tanjungpinang. TKI di RPTC Senggarang diperiksa kesehatannya, jumlahnya ada 140 orang,” katanya, Jumat (27/3/2020).

Sebanyak 41 TKI sebelumnya akan dipulangkan dari Malaysia ke Tanjungpinang, Rabu (25/3/2020).

Puluhan TKI ini terdiri dari 34 laki-laki, 2 perempuan dan 5 orang anak-anak.

Koordinator Pemulangan TKI Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pitter Mattakena mengatakan, seluruh TKI akan menjalani karantina dahulu selama 14 hari.

Mereka akan ditempatkan sementara di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang begitu tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

“Mereka akan dikarantina juga selama 14 hari begitu tiba di Tanjungpinang,” kata dia.

Ia mengungkapkan, sebanyak 81 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia ditempatkan sementara di, Selasa (24/3/2020) sore.

Para TKI yang berjumlah 81 orang tersebut terdiri 46 laki-laki, 33 perempuan, dan 2 anak terlihat menggunakan masker saat akan masuk kedalam kendaraan setibanya di Tanjungpinang.

Para TKI yang mayoritas berasal dari Jawa, NTB, Medan serta Aceh tersebut memang tidak ada masalah dalam kesehatan.

“Mereka sebelumnya sudah melalui pemeriksaan ketat protokol kesehatan. Mulai dari Malaysia hingga sampai ke Tanjungpinang melalui Batam dulu. Namun demi pencegahan Covid-19, mereka wajib dicek kembali kondisi kesehatannya,” ucapnya.

Sumber Berita
Tribunnews
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close