Saat Muslim dan Yahudi Beribadah Berdampingan di Tengah Wabah Virus Corona

Abadikini.com, JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk kepanikan virus Corona, ada kisah menarik dari sepasang kru ambulans Muslim dan Yahudi di Israel.

Baca Juga

Ambulans Israel biasanya merespons sekitar 6.000 panggilan per hari. Sejak krisis virus Corona dimulai, rata-rata panggilan teleponnya mencapai 100.000 per hari.

Kisah ini dikutip dari New York Times, dalam laporan 25 Maret 2020. Di kota selatan Beersheba, sepasang teknisi medis darurat 40 menit lagi masuk giliran kerja shift mereka pada Selasa sore ketika keadaan tiba-tiba menjadi hening.

Keduanya mereka keluar dari ambulans untuk berdoa.

Avraham Mintz, 43 tahun, seorang Yahudi dari Beersheba, membalut dirinya dengan selendang ibadah dan berbelok ke utara mengarah Yerusalem. Sementara Zoher Abu Jama, 39 tahun, seorang Arab Muslim dari Rahat, membuka sajadah dan berlutut menghadap ke selatan menuju Mekah, tepat di samping rekan kerjanya. Abu Jama salat di samping Abraham Mintz.

Tiba-tiba, seorang rekan kerja lain mengambil foto keduanya saat beribadah dan mengunggah gambarnya ke media sosial. Sontak banyak yang terkejut dengan foto tersebut.

Tetapi kedua pria itu mengatakan bahwa ibadah mereka yang dilakukan bersama-sama bukanlah hal yang baru.

“Kami mencoba berdoa bersama, alih-alih masing-masing dari kami meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, karena kami memiliki banyak situasi yang sedang kami hadapi sekarang,” kata Mintz. Lima orang telah meninggal karena virus Corona di Israel sejauh ini dan satu di Tepi Barat.

“Seluruh dunia berjuang melawan ini,” tambah Abu Jama. “Ini adalah penyakit yang tidak memberi tahu perbedaan antara siapa pun, agama apa pun, jenis kelamin apa pun. Tapi Anda kesampingkan itu. Kami bekerja bersama, kami hidup bersama. Inilah hidup kita.”

Abu Jama mengatakan dia memikirkan ibunya yang sudah lanjut usia saat dia salat. Dia lemah, dan dia menjaga jarak darinya meskipun mereka hidup di bawah satu atap, kata Abu Jama. Sementara Mintz berkata bahwa dia telah meminta kepada Tuhan untuk membiarkan dirinya melihat akhir, akhir yang baik.

“Karena saya tahu itu akhir yang baik. Dan saya berharap ada di sana,” kata Mintz.

The Algemeiner, surat kabar bermarkas di New York yang meliput berita internasional terkait Israel dan Yahudi, juga mengulas foto viral keduanya.

“Gambar itu juga dibagikan oleh Nir Dvori, seorang jurnalis televisi Israel dari Channel 2,” lapor The Algemeiner.

Foto itu menarik juga perhatian influencer media sosial pro Israel, beberapa di antaranya berkomentar bahwa tidak ada penggambaran yang lebih baik tentang karakter demokratis dan multi-etnis Israel.

“Tertangkap di kamera,” tweet pensiunan diplomat Israel Daniel Carmon, yang awalnya mengirim foto melalui grup di WhatsApp. “Selingan doa di tengah-tengah hari yang sibuk yang dilakukan oleh paramedis #Jewish dan #Muslim @Mdais yang nanti akan melanjutkan pertempuran #CoronaVirus bersama. Foto yang menyentuh, bukan?”

Ynet melaporkan kasus virus Corona Israel naik menjadi 2.495 pada hitungan 26 Maret. 41 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

John Hopkins University mencatat sejauh ini ada 8 kematian virus Corona, sementara 68 dinyatakan sembuh.

Israel telah memberlakukan lockdown. Dan baru-baru ini, otoritas Israel melarang warganya untuk pergi sejauh radius 100 meter dari rumah mereka, yang mulai berlaku efektif pada 25 Maret.

Transportasi umum, yang sudah beroperasi dengan jadwal yang dikurangi, dibatasi lebih jauh untuk perjalanan menuju dan dari pusat bisnis “esensial” dan taksi dibatasi untuk satu penumpang.

Warga, bagaimanapun, masih bisa pergi untuk bekerja atau ke toko-toko untuk hal-hal penting, dan layanan pengiriman makanan beroperasi.

Krisis virus Corona datang ketika Israel bergulat dengan kebuntuan politik setelah tiga pemilihan umum belum menghasilkan pemerintahan baru karena masing-masing kandidat tidak memiliki suara mayoritas minimum.

Sumber Berita
Tempo

Baca Juga

Back to top button