Soal Penutupan Perkantoran, Pras ke Anies: Tidak Bisa Cuma Mementingkan Popularitas Semata

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta para tenaga kerja di DKI tetap produktif meski Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau penutupan kantor.

Sektor pelayanan publik, jelas Prasetyo, harus tetap beroperasi normal.

“Misalnya sektor perbankan, listrik,air, minyak dan gas, pos, dan lainnya,” kata Prasetio dalam pernyataan resmi, Sabtu, (21/3/2020).

Pras sapaaan karibnya, mengatakan bahwa tidak semua Tenaker bisa bekerja di rumah. Oleh karena itu menurutnya imbauan penutupan kantor harus dipikirkan dengan matang, karena imbasnya besar kepada masyarakat luas.

Menurut Pras, Anies harus berkonsultasi dengan DPRD dan pemerintah pusat terkait imbauan tersebut. Sehingga banyak perspektif yang didapat sebelum mengeluarkan kebijakan.

“Jadi memang tidak bisa asal menyerukan penutupan kantor, begitu. Perlu ada hitung-hitungan yang matang. Jangan sampai seruan Gubernur ini akhirnya melemahkan perekonomian dan layanan publik di Jakarta,” ujar Pras.

Belum lagi menurut Pras dampak lainnya akibat penutupan kantor seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pekerja harian.

Seharusnya menurut Pras, Anies menekankan kepada setiap perusahaan di Jakarta untuk mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Ketimbang, mengeluarkan imbauan tanpa pertimbangan matang, seperti pembatasan jam operasional transportasi massal publik, yang dicabut sehari kemudian

Lagi pula menurut Pras, berkaca pada penanganan pandemi covid-19 di negara lain, segala keputusan strategis diambil oleh pemerintah pusat, bukan daerah.

“Ini sama sekali DPRD tidak dilibatkan dengan keputusan itu. Ini kan berbahaya, kalau sampai ada PHK bagaimana nasib pekerja. Harusnya hal seperti ini juga dikonsultasikan kepada pemerintah pusat. Tidak bisa cuma mementingkan popularitas semata,” tuturnya.

Pras berharap perkantoran yang tergolong vital dan berhubungan dengan pelayanan publik beroperasi dengan catatan menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jika perlu, perkantoran yang dimaksud menggandeng Dinas atau Kementerian Kesehatan untuk menerapkan ketentuan protokoler tersebut.

“Unit kerja kesehatan kita di Jakarta siap kok. Mereka siap memandu menerapkan protokol kesehatan yang diperlukan. Yang terpenting, pergerakan ekonomi tetap terjaga, dan pekerja aman dari bahaya,” tuturnya.

Pras berharap pandemi korona di Indonesia dapat segera berakhir.

Menurutnya, dibutuhkan peran semua pihak untuk memutus penyebaran covid-19 itu. Pras menghimbau semua warga untuk selalu waspada meski pasien yang positif mayoritas para Lansia. Karena menurutnya para anak muda bisa tampak sehat namun ternyata terpapar virus (Asimtomatic Carrier).

“Masyarakat harus selalu waspada, pemerintah melalui Satgas penanggulangan korona terus berupaya maksimal untuk menghentikan penyebaran virus,” pungkas politisi PDI-P itu.

Sumber Berita
Media Indonesia
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close