PKS Gagal Paham Soal Pemerintah Beli Jutaan Obat Chloroquine dan Avigan

Abadikini.com, JAKARTA – Keputusan Pemerintah mendatangkan jutaan obat jenis Avigan dan Chloroquine sebagai upaya menekan penyebaran wabah virus Corona dipertanyakan salahsatu anggota DPR RI dari fraksi PKS Sukamta.

“Saya belum paham soal obat itu. Apakah memang sudah ada yang teruji klinis?” tanya Anggota Komisi I DPR RI itu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/03/2020).

Menurutnya, antara pernyataan pemerintah sebelumnya yang menganggap obat tradisional berupa jamu bisa membantu meningkatkan stamina tubuh dengan keputusannya mendatangkan jutaan obat jenis Avigan dan Chloroquine guna menghambat penyebaran virus Corona cukup membingungkan.

“Kemarin bilangnya tidak berbahaya, 94% bisa sembuh, cukup dengan jamu, lah kok sekarang tiba-tiba mau beli obat jutaan? Kenapa tidak pakai jamu saja?” sindir Politikus PKS itu.

Sukamta juga menekankan agar pembelian jutaan obat tersebut harus transparan.

“Tapi sebaiknya semua pihak memastikan bahwa tidak ada pengeluaran dengan uang negara yang terhambur sia-sia. Ikhtiar itu harus. Dengan tidak meninggalkan sikap cermat dan hemat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah baru-baru ini memutuskan untuk memesan obat-obatan yang diyakini bisa menyembuhkan penderita Covid-19. Adapun jenis obat yang dipesan pemerintah yaitu Avigan sebanyak dua juta, dan tiga juta Chloroquine.

“Sesuai hasil riset dan pengalaman beberapa negara yang menggunakan jenis obat tertentu untuk mengatasi Covid-19 ini, pemerintah telah memesan dua juta Avigan dan menyiapkan tiga juta Chloroquine yang akan diresepkan oleh dokter apabila diperlukan,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya, Jumat (20/3) kemarin.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (13/3/2020), Jokowi mengaku setiap hari meminum jamu empon-empon yang terdiri dari temulawak, jahe, serai, dan kunyit. Jika biasanya hanya sekali sehari, Jokowi kini mengonsumsinya tiga kali sehari.

“Sekarang karena ada corona, saya minumnya pagi, siang, malam. Itu yang menyebabkan mungkin naik ya itu karena diminum enggak sekali tapi tiga kali,” katanya di sela-sela sambutan acara The 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAAF) 2020, Kamis, di Istana Negara Jakarta (12/03/2020).

Sumber Berita
Liputan6

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button