Hadir dalam Isra’ Mi’raj, Aktivis Ini Malah Singgung Corona Hingga Puji Gubernur

Abadikini.com, SURABAYA – Hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj di Kalimas Baru, aktivis NU yang juga putri KH Masykur Hasyim, menyempatkan memberikan pesan terkait wabah Corona.

“Kita patut bersyukur, memiliki pemimpin yang bijak, yaitu Ibu Gubernur Khofifah yang terlihat tenang menyikapi wabah Corona. Ketenangan beliau ini merupakan karakter khas bangsa Indonesia. Kita bersyukur sebagai warga bumi pertiwi yang memang memiliki modal sosial kuat, solidaritas kuat, dan pribadi kuat.

Terbukti, bangsa ini meski tergolong negara yang berpenduduk segitu besar, masih bertahan dan aman-aman saja. Termasuk dalam halnya menyikapi corona, tidak mudah panik.

Namun memang harus kita ingat pesan Islam, bahwa annadzoofatu minal iimaan. Yaitu kebersihan sebagian dari iman. Semoga kita sama-sama menjaga lingkungan bersih. Insya Allah, wabah penyakit yang tidak terlihat ini, bisa ditangkal dengan udara sehat,” ucapnya. Sabtu, (14/3/2020).

Lia juga menambahkan pentingnya sikap tawaazun dan ta’awun. “Dalam bermasyarakat, semoga kita bisa menjaga sikap tawaazun, seimbang dalam hal apapun, baik waktu maupun hal lainnya. Juga sikap ta’awun, yaitu tolong menolong,” tambahnya.

Terkait pesan Isra’ mi’raj, Lia menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW.

“Sosok Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat pengertian. Beliau pada peristiwa isra’ mi’raj, sudah memahami kesibukan umatnya. Bahwa semakin berkembang zaman, pasti berkembang pula segala urusannya. Dan ini juga semangat Islam, yaitu sebagai agama universal. Islam lii kulli zamaan wal makaan.

Bahwa Islam sangat memahami perkembangan zaman dan tempat. Serta agama yang memberikan Rukhshah, yaitu keringanan,” pungkas Ketua III STAI Taruna Surabaya dalam sambutannya di hadapan ratusan warga Kalimas Baru, Surabaya.

Peringatan Isra’ mi’raj tersebut juga menghadirkan KH Mujahid Anshori untuk memberikan mauidloh Hasanah. Banyak pesan yang disampaikan oleh tokoh NU tersebut, diantaranya pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan saling menghargai pasangan.

“Seorang istri harus bisa mensyukuri hasil jerih payah suami dan seorang suami harus bisa memahami perjuangan istri ketika hamil, melahirkan dan mendidik anaknya”, tutur kyai khos tersebut.

Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close