Tersandung Kasus Asusila, Jelang Kongres HMI Akhirnya Saddam Serahkan Jabatan Ketum kepada Arya Kharisma

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Respiratori Saddam Al Jihad, akhirnya mengundurkan diri. Desakan mundur terhadap Saddam sudah santer sejak 2018, beberapa saat setelah terpilih sebagai ketua umum PB HMI.

“Penghormatan yang paling tinggi adalah bagaimana menjaga kehormatan itu sendiri, dengan apa pun yang harus dilakukan. Saya mengambil sikap untuk penyatuan dalam Kongres HMI 2020 di Surabaya dan menyatakan mundur sebagai ketua umum PB HMI 2018-2020,” ujar Saddam dalam pernyataan yang dibuat, Sabtu (14/3/2020) di Jakarta.

Selanjutnya, ia menyerahkan kepemimpinan kepada Arya Kharisma Hardy sebagai pejabat ketua umum PB HMI 2018-2020. Saddam berharap, Arya dapat melaksanakan Kongres HMI ke-XXXI dalam satu wadah dan tidak ada perpecahan.

Mosi tidak percaya pada Saddam sudah dilontarkan sejak kira-kira 1,5 tahun lalu. Pangkal persoalannya adalah tindakan asusila terhadap perempuan bukan istrinya yang dituduhkan terhadap Saddam.

“Semangat dan perjuangan para kanda, yunda, dan kita semua (kader HMI) dinodai oleh pemimpin tertinggi yang seharusnya memiliki kesadaran berorganisasi secara ideal. Kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada Respiratori Saddam Al Jihad selaku ketua umum PB HMI. Dia harus menyerahkan kepemimpinan kepada Majelis Pengawas dan Konsultasi PB HMI,” kata Arya beberapa waktu lalu.

Arya semula menjadi sekjen PB HMI. Namun ia kemudian diganti oleh Saddam. Penggantian ini dianggap sebagai tindakan yang keliru karena tidak melewati mekanisme organisasi.

Apalagi, pengganti Arya ternyata sudah masuk ke dalam kepengurusan KAHMI (Korps Alumni HMI). Tentu saja penggantian dan pengangkatan ini bertentangan dengan aturan organisasi HMI.

Beberapa kalangan juga menambahkan, Saddam mengangkat personel yang tidak aktif sebagai pengurus. Sedangkan yang aktif di kepengurusan malah diganti semaunya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close