Survei Cyrus Prabowo Capres Terkuat Sedangkan Survei IPO Prediksi Bakal Kalah di Pilpres 2024, Menurut Anda?

Abadikini.com, JAKARTA – Cyrus Network menggelar survei terkait isu-isu politik dan pemerintahan terkini dalam persepsi publik. Salah satu yang disurvei adalah proyeksi pemimpin nasional 2024 dan Prabowo Subianto menjadi calon presiden terkuat.

Survei dilaksanakan pada 24-30 Januari 2020 pada 1.230 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei adalah 2.85 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cyrus Network awalnya membuat simulasi untuk 2024 di mana nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih ada dalam daftar. Hasilnya, nama Prabowo unggul tipis dari Jokowi meski Jokowi sudah masuk dalam periode keduanya.

“Dalam simulasi banyak nama, 18,2 persen responden masih memilih Jokowi meskipun sadar bahwa ini adalah periode kedua pemerintahan Jokowi. Sementara Prabowo unggul tipis 0,5 poin di angka 18,7 persen,” kata CEO Cyrus Network Eko David Afianto di Hotel Morrissey, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Cyrus Network lalu membuat simulasi dengan mengerucutkan menjadi tujuh nama calon presiden di 2024. Hasilnya, Prabowo tetap unggul diikuti Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

“Elektabiliras Prabowo yang hari ini memiliki portofolio pemerintahan naik hampir 8 poin dibandingkan Juli 2019. Jika pada periode Juli 2019 Prabowo hanya di peringkat 3 atau 16 persen, berada di bawah Sandiaga Uno dan Anies Baswedan, maka hari ini Prabowo mendapatkan angka dukungan 24 persen pada simulasi 7 nama dan menempati urutan pertama,” jelasnya.

Namun, saat nama Prabowo dihilangkan, Sandiaga Uno menempati urutan pertama. Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menggunguli Anies Baswedan.

“Sementara itu, pada simulasi yang sama, Sandiaga Uno mengalami sedikit penurunan elektabilitas dibandingkan Juli 2019. Sandi turun dari 22 ke 19 persen. Anies Baswedan meskipun juga memiliki portofolio jabatan di pemerintahan, turun cukup jauh dibandingkan Juli 2019, yaitu 19 menjadi 13 persen,” ujar Eko.

“Sebagian pemilih Jokowi mulai mengarahkan pilihan ke Ganjar Pranowo. Dalam simulasi 7 nama, suara Ganjar naik 4,5 poin sehingga angkanya sedikit lebih unggul dibandingkan Anies Baswedan. Sementara Ridwan Kamil masih bertahan di angka dan posisi yang relatif sama, sekitar 8 persen,” lanjut dia.

Berikut ini tingkat elektabilitas capres di 2024 dalam simulasi 7 nama survei Cyrus Network:

Prabowo Subianto 23,8%
Sandiaga Uno 18,8%
Ganjar Pranowo 13,2%
Anies Baswedan 13%
Ridwan Kamil 8,2%
Khofifah Indar Parawansa 5,8%
Tito Karnavian 3%

Berikut ini tingkat elektabilitas capres di 2024 dalam simulasi 6 nama survei Cyrus Network:

Sandiaga Uno 27,3%
Anies Baswedan 20%
Ganjar Pranowo 14,9%
Ridwan Kamil 10,2%
Khofifah Indar Parawansa 6,6%
Tito Karnavian 3,5%

Survei IPO Prediksi Prabowo Bakal Kalah di Pilpres 2024

Sementara itu di lain tempat, Prabowo Subianto diprediksi akan mengalami kekalahan apabila kembali maju dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu terlihat dalam hasil survei yang digelar oleh Indonesia Political Opinion (IPO).

“Sejak 2019 sampai 2020, bahkan di awal 100 hari pemerintahan Jokowi-Maaruf Amin, trennya adalah menurun. Jadi ini kalau dilanjutkan, maka lebih besar potensinya untuk kalah dibandingkan yang menang,” ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

IPO mencatat, sebesar 64,5 persen dari total 1.600 responden meyakini Prabowo akan kalah. Sedangkan, peluang kemenangannya hanya sebesar 16,4 persen.

Adapun responden yang ragu-ragu atas kemenangan Prabowo sebesar 9,2 persen dan tergantung pasangan sebesar 9,9 persen.

Dalam survei tersebut, Prabowo masuk dalam deretan klaster tokoh lama bersama Menko Polhukam Mahfud MD dan politisi PKS Hidayat Nur Wahid.

Kemudian disusul Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, politisi PAN Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Uniknya, kendati diprediksi akan mengalami kekalahan, Prabowo justru meraup popularitas tertinggi di deretan tokoh lama.

Menteri Pertahanan itu meraih kepopuleran sebesar 92,6 persen. Sedangkan Bambang Soesatyo menjadi tokoh lama paling rendah popularitasnya sebesar 21,0 persen.

Dedi mengatakan, faktor kekalahan Prabowo terjadi karena tingkat keterpilihan pada Pilpres 2024 lebih condong mengarah kepada tokoh-tokoh baru.

Tokoh baru itu antara lain, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Mendagri Tito Karnavian.

Lalu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPR Puan Maharani, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dengan begitu, kata Dedi, kondisi tersebut memungkinkan menjadi titik akhir perjalanan politik elektoral Prabowo.

“Jika mendapat pasangan politik dari parpol terkuat sekalipun, Prabowo tetap akan lebih berpeluang kalah dibanding menang,” kata dia.

Survei nasional ini dilakukan sejak 10 Januari 2020 hingga 31 Januari 2020 dengan total 1.600 responden yang dipilih secara purposive sampling.

Adapun penyebaran responden terdapat di 27 provinsi dengan tingkat kepercayaan sebesar 97 persen dan margin of error 4,5 persen.

Sumber Berita
detikcom & kompas.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close