Arab Saudi Dilanda Corona, Apa Kabarnya Rizieq Shihab?

Abadikini.com, JAKARTA – Ancaman wabah corona telah memasuki Arab Saudi. Per Kamis, 12 Maret 2020, pemerintah Negeri Para Mullah itu telah mengumumkan 45 kasus positif Covid-19. Lantas bagaimana kabar Rizieq Shihab yang kini berdomisili di negara itu?

Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengatakan kliennya dalam kondisi kesehatan baik tanpa keluhan adanya penyakit yang menghampiri. Dia juga beraktivitas seperti biasanya.

“Kondisi baik dan enggak ada masalah,” kata Sugito di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Menurut Sugito, Rizieq tidak gusar dengan penyebaran virus corona yang kini telah masuk di Arab Saudi. Dia mengaku Rizieq bersikap biasa-biasa saja meskipun World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia menetapkan virus corona sebagai pendemi global. “Beliau santai saja dan seperti nggak ada kekhawatiran,” ucap pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Seperti diketahui, tren positif kasus Covid-19 yang terjadi di negara asal muasal virus corona, China, ternyata berbanding terbalik di luar negara tersebut. Ketika kasus positif corona di China menurun, di Timur Tengah merangkak naik.

Di Arab Saudi, sejak Iran mengonfirmasi kasus pertama positif corona pada Rabu, 19 Februari 2020, pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan ketat terhadap warga negara asing (WNA) yang masuk ke negaranya.

Pemerintah Arab Saudi juga menghentikan sementara jemaah yang berkeinginan masuk negaranya untuk menjalankan ibadah umrah dan ibadah haji 2020. Upaya itu diikuti batasan durasi salat Jumat hanya 15 menit.

Di masjid yang berada di kota suci Makkah, Masjidil Haram, sterilisasi menyeluruh lewat penyemprotan antibakteri dilakukan sebagai proses pembersihan. Terutama di sekitar lingkungan Ka’bah. Pemerintah setempat juga melakukan lockdown Kota Qatif.

Kamis, 12 Maret 2020, Arab Saudi kemudian mengeluarkan aturan baru untuk mencegah penyebaran corona. Saudi Press Agency (SPA) menginformasikan pemerintah setempat menutup akses keluar bagi warganya dan ekspatriat ke negara-negara Uni Eropa dan lainnya yang memiliki kasus corona tinggi untuk sementara waktu.

Langkah itu termasuk perjalanan keluar negara lewat jalur pelabuhan dalam jangka waktu 14 hari ke depan. Namun, lalu lintas perdagangan dan angkut barang masih diizinkan. Sebelum upaya ini diberlakukan, Saudi memberikan tenggat waktu selama 72 jam kepada siapapun yang ingin bepergian ke luar negeri.

Sejumlah kebijakan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi itu sebagai upaya menahan laju penyebaran virus corona di negara tersebut.

Sumber Berita
tagar
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close